Solopos Hari Ini: Fatchur Rahman Mengaku Kembalikan Uang saat Jadi Bupati

Harian Umum Solopos edisi Jumat (7/12 - 2018).
07 Desember 2018 11:30 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Tersangka kasus dugaan korupsi kas daerah (kasda) 2003-2007 Agus Fatchur Rahman mengaku telah mengembalikan uang pinjaman melalui cash bon pada 2013 atau saat masih menjabat sebagai Bupati Sragen. Agus membeberkan bukti setoran pengembalian dana pinjaman lewat cash bon ke kasda kepada wartawan saat ditemui di rumahnya, Kuwungsari, Sragen, Kamis (6/12/2018).

Dalam bukti yang ditunjukkan itu disebutkan setoran pengembalian senilai Rp366,5 juta pada 16 Februari 2013 lalu. Dana pengembangan pinjaman itu disetorkan ke rekening kasda di Bank Jateng Cabang Sragen dengan kode rekening 1.20.1.20.05.00.00.4.1.4.16.02.

Kabar terbaru tentang kasus korupsi kasda Sragen itu menjadi headline pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Jumat (7/12/2018). Berita itu bisa disimak secara lengkap di E-Paper Solopos.

Selain itu, Harian Umum Solopos edisi hari ini juga dihiasi dengan kabar evakuasi korban penembakan di Papua. Proses evakuasi diwarnai dengan baku tembak.

Evakuasi di Tengah Baku Tembak dan Cuaca Buruk

Proses evakuasi korban selamat dan meninggal dalam penyerangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terdapat pekerja proyek jalan Trans-Papua belum rampung. Suara helikopter menderu-deru di atas hanggar helikopter Bandara Mozes Kilangin Timika, Papua, Kamis (6/12/2018). Hanggar milik PT Freeport Indonesia itu kedatangan heli milik TNI AD.

Tepat pukul 10.50 WIT, heli yang mengangkut delapan orang korban selamat dari penyerangan KKB di Nduga, Papua, mendarat. Satu persatu korban selamat diturunkan dari heli milik Penerbang TNI AD (Penerbad) itu. Salah satu korban yang ikut dievakuasi siang itu adalah anak-anak, sisanya orang dewasa.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada kabar utama tentang eksekusi lahan di Kentingan, Solo yang diwarnai kericuhan. Ada pula kabar tentang demo karyawan PTPN IX.

Eksekusi Lahan Kentingan Baru Ricuh

Eksekusi lahan Kentingan Baru di belakang kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) di Jebres, Solo, berlangsung ricuh, Kamis (6/12/2018). Pemilik lahan mengerahkan 300-an warga sekitar untuk membantu proses eksekusi.

Sebaliknya, warga penghuni Kentingan Baru juga mendapat dukungan dari kalangan mahasiswa. Berdasarkan pantauan Solopos, warga sempat membakar ban bekas di depan gang masuk permukiman untuk mencegah pengosongan lahan.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Karyawan PTPN IX Unjuk Rasa

Lebih kurang 150 anggota serikat pekerja perkebunan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor PTPN IX di Solo, Kamis (6/12/2018) pagi hingga siang. Mereka memprotes pembayaran gaji bulanan yang kerap terlambat, dan menolak kebijakan penutupan pabrik-pabrik gula di wilayah PTPN IX.

Saat ini, sudah ada tiga pabrik gula di wilayah PTPN IX yang ditutup lantaran dinilai kurang berkinerja baik dalam beberapa waktu terakhir. Apalagi penutupan tiga pabrik tersebut berpotensi berlanjut dengan penutupan pabrik-pabrik yang lain.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.