Diresmikan Wali Kota, Lapak Darurat Pasar Legi Solo Siap Beroperasi

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo (tengah), menyerahkan surat penempatan kios pasar darurat kepada pedagang Pasar Legi, di Jl Sabang, Setabelan, Banjarsari, Solo, Jumat (7 - 12).
07 Desember 2018 11:45 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo, pada Jumat (7/12/2018) pagi meresmikan penggunaan pasar darurat bagi pedagang Pasar Legi yang terdampak kebakaran akhir Oktober lalu.

Pasar darurat itu tersebar di sejumlah ruas jalan sekitar Pasar Legi. Seusai seremonial penyerahan surat hak penempatan kios pasar darurat kepada pengurus Ikatan Kekeluargaan Pedagang Pasar Legi (Ikappagi), Rudy mengecek pasar darurat.

Dia pun berdialog dengan beberapa pedagang. Pantauan Solopos.com, Rudy ditemani Wakil Wali Kota Solo Ahmad Purnomo, Kepala Dinas Perdagangan Subagiyo, pengurus Rotary Club Solo, dan pengurus Ikappagi.

Saat diwawancarai wartawan, Rudy mengatakan faktor keamanan pasar darurat jadi prioritas utama. Agar tak ada kios pasar yang dibobol maling dia akan menambah jumlah petugas keamanan Pasar Legi menjadi 30 orang.

“Petugas di sini kan cuma 17 orang. Nanti ditambah 13 orang lagi dari pasar-pasar yang sudah aman. Penjagaan dibuat tiga sif, full 24 jam. Selain itu nanti ada bantuan dari Satpol PP,” kata dia.

Saat ditanya ketersediaan kios pasar darurat, Rudy menyatakan sudah bisa menampung seluruh pedagang terdampak kebakaran. Walau dia mengaku kondisi pasar darurat tidak seideal yang diharapkan para pedagang.

Dia menginginkan agar penempatan pedagang di pasar darurat sebisa mungkin dekat pasar. Rudy menyatakan secara bertahap lingkungan pasar darurat akan disempurnakan seperti dengan penyediaan fasilitas MCK.

Menurut dia, MCK yang akan dibuat di pasar darurat bukan MCK permanen, melainkan fasilitas MCK portable seperti di Kompleks Stadion Manahan. “Nanti kami sediakan tiga,” ujar dia.

Di sisi lain Rudy mengaku tak nyaman dengan omongan sejumlah orang tak bertanggung jawab yang menyebutkan Pasar Legi sengaja dibakar.

“Kebakaran Pasar Legi adalah beban paling berat bagi saya. Tapi masih saja ada yang ngomong pasar ini dibakar, diitu, diini. Tapi tak apa, Tuhan Maha Tahu,” tandas dia.

Ihwal rencana pembangunan kembali Pasar Legi yang terbakar, Rudy mengatakan saat ini baru menyelesaikan lelang detail engineering design (DED).

“DED sudah lelang, tinggal saya bagian mencari anggaran. Kudu digolekke. [Pembangunan] Tahun depan perubahan mungkin, ra ketang tiang pancang sik,” sambung Rudy.

Dia memerintahkan Kepala Dinas Perdagangan Solo, Subagiyo, agar segera memproses penghapusan aset bangunan pasar yang terbakar. Langkah itu perlu dilakukan agar proses pembangunan kembali pasar kelak tak terkendala urusan administratif.

Konsep bangunan baru Pasar Legi dia tekankan pentingnya zonasi. Dengan zonasi, lingkungan pasar lebih rapi dan nyaman bagi pembeli.

“Negara-negara di luar sana maju karena sistem zonasi. Jadi kelompok pedagang ikan di satu zona, buah juga, brambang, dan bawang. Begitu akan menarik. Zonasi itu yang diuntungkan pedagang, bukan pemerintah,” tegas dia.

Kepala Dinas Perdagangan Solo, Subagiyo, mengatakan penempatan pedagang ke pasar darurat segera dilakukan untuk menjaga kelangsungan usaha para pedagang, melindungi Pasar Legi sebagai pasar induk sembako di Solo, menjaga stabilitas ekonomi, serta menjaga ketersediaan sembako warga Soloraya.

Berdasarkan data Dinas Perdagangan Solo kebakaran Pasar Legi akhir Oktober 2018 membuat 90 kios dan 1.448 los tak dapat berfungsi. Untuk menjaga stabilitas harga dan kelangsungan usaha pedagang, Pemkot Solo mengambil kebijakan untuk segera membuat pasar darurat dan menempatkan pedagang.

Sedangkan Ketua Ikappagi, Tugiman, mengatakan setelah penyerahan kios pasar darurat kepada para pedagang, baru sebagian yang sudah menempati kios-kios dasaran. Dia memperkirakan baru awal pekan depan kios-kios pasar darurat tersebut bisa beroperasi penuh. “Semoga di pasar darurat ramai pembeli,” kata dia.