Tidak Kondusif, Eksekusi Kentingan Baru Solo Disetop

Alat berat dikerahkan untuk merobohkan bangunan warga di Kentingan Baru, Jebres, Solo, saat eksekusi oleh pemilik lahan, Kamis (6/12 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
07 Desember 2018 16:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Rencana lanjutan proses eksekusi lahan di Kentingan Baru, Jebres, Solo, dihentikan, Jumat (7/12/2018). Aparat kepolisian meminta pemilik lahan tak melanjutkan eksekusi dengan alasan situasi belum kondusif.

Proses eksekusi lahan yang dilakukan pemilik sehari sebelumnya dengan mengerahkan 300-an orang berlangsung ricuh.

“Situasinya belum kondusif. Kami dari kepolisian sudah berkoordinasi dengan pemilik lahan untuk menunda eksekusi lanjutan,” kata Kapolsek Jebres Kompol Yuliana B.R. Bangun mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo ketika dijumpai wartawan di sela Mider Praja di Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertan KPP), Jumat.

Kompol Yuliana mengatakan eksekusi lahan ditunda sampai situasi dinilai sudah kondusif serta pemilik lahan mengajukan kembali permohonan pendampingan kepada aparat kepolisian dalam eksekusi tersebut.

Selama ini aparat kepolisian dalam proses eksekusi lahan bertugas untuk menjaga keamanan dan pengamanan di lokasi. Saat ini pascakericuhan, aparat kepolisian masih disiagakan untuk mengawasi Kentingan Baru.

Beberapa personel disiagakan baik melakukan pengawasan tertutup maupun terbuka. Berdasarkan hasil pengawasan di lokasi, situasi di kampung Kentingan Baru sudah kondusif. Jalan-jalan masuk perkampungan yang semula diblokade warga kini telah dibuka.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo menyayangkan proses eksekusi lahan di Kentingan Baru yang berlangsung ricuh. Dia meminta pemilik lahan maupun warga bisa saling menahan diri dan tidak melakukan tindakan anarkistis yang berujung kericuhan.

“Eksekusi harus dilakukan dengan tidak menggunakan kekerasan. Kalau seperti kemarin dampaknya bakal negatif bagi Kota Solo,” katanya.

Kuasa hukum pemilik lahan, Haryo Anindhito Setyo Mukti, mengatakan eksekusi lahan di Kampung Kentingan Baru saat ini dihentikan sementara sampai batas yang tidak ditentukan. Penghentian eksekusi dilakukan untuk menjaga kondusivitas wilayah.

"Kami masih menunggu situasi reda lebih dulu. Eksekusi tahap pertama baru berhasil merobohkan rumah warga di bagian sisi selatan," kata dia.