Klaten Kekurangan 4.852 Petugas Linmas untuk Menjaga TPS Pemilu

Ratusan petugas Linmas mengikuti pembinaan di Gedung Sunan Pandanaran Klaten, Kamis (6/12 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
07 Desember 2018 06:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Jumlah petugas perlindungan masyarakat (linmas) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tak cukup untuk menjaga seluruh tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilu 2019. bahkan Klaten masih kekurangan 4.800an petugas linmas untuk menjaga seluruh TPS.

Kepala Satpol PP Klaten, Sugeng Haryanto, mengatakan untuk setiap TPS ada dua petugas linmas berjaga di dalam dan dua petugas linmas di luar TPS. Dia menerangkan jumlah TPS di Klaten untuk Pemilu 2019 sebanyak 4.313 TPS. Artinya, butuh 17.252 petugas linmas menjaga seluruh TPS.

Sementara, jumlah total petugas Linmas di Klaten sebanyak 12.400 orang. Dengan jumlah tersebut, untuk menjaga seluruh TPS masih kekurangan sekitar 4.852 petugas Linmas.

"Kalau di luar yang jaga dua orang masih kekurangan. Ya nanti akhirnya untuk di luar itu ada yang satu orang, ada yang dua orang," kata Sugeng Haryanto saat ditemui di sela-sela Pembinaan Linmas se-Klaten di Gedung Sunan Pandanaran Klaten, Kamis (6/12/2018).

Terkait kebutuhan pengamanan dari petugas linmas untuk Pilkades yang digelar pada Maret 2019, Sugeng menuturkan jumlah petugas linmas masih mencukupi. Pilkades digelar di 271 desa dengan masing-masing desa terdapat satu TPS.

Soal tugas, Sugeng mengatakan linmas juga memiliki tugas sebagai intelijen. Lantaran hal itu, ia mengingatkan para personel linmas tak berdiam diri ketika ada persoalan di wilayah mereka termasuk saat Pilkades atau Pemilu.

"Walau di TPS itu ada aparat keamanan, saya berharap linmas juga ikut membantu ketika terjadi apa-apa," urai dia.

Sekretaris Satpol PP Klaten, Rabiman, mengatakan masih menggelar koordinasi dengan KPU Klaten terkait kebutuhan petugas Linmas di TPS saat Pemilu 2019. "Nanti kami koordinasikan lagi dengan KPU. Kalau nanti yang ditempatkan di luar TPS hanya satu orang juga kasihan. Satu TPS itu diperkirakan ada 300 pemilih," urai dia.

Disinggung honor petugas Linmas yang bertugas di TPS, Rabiman menuturkan petugas Linmas yang bertugas di dalam TPS mendapatkan honor yang dialokasikan dari APBN dengan perkiraan honor hampir mencapai Rp200.000/hari. Sementara, petugas Linmas yang berjaga di luar TPS menerima honor sekitar Rp50.000/hari.

Soal waktu petugas Linmas bertugas membantu pengamanan Pemilu di TPS, Rabiman memperkirakan butuh waktu selama tiga hari yakni H-1, hari H, serta H+1 pemilu yang digelar pada 17 April 2019.

"Kalau diberi waktu hanya dua hari tidak cukup. Pemilu kali ini kan ada Pilpres dan Pileg yang bersamaan. Untuk penghitungan surat suara itu butuh waktu yang lebih lama dibandingkan sebelumnya. Maka, sebaiknya Linmas bertugas selama tiga hari," urai dia.

Komandan Linmas Inti Kabupaten Klaten, Sunarto, 61, mengatakan mayoritas usia petugas linmas di Klaten berusia di atas 50 tahun sekitar 60 persen dari total jumlah petugas linmas.

"Mencari linmas itu tidak mudah karena ini bukan lapangan pekerjaan. Ketika ada linmas muda kecenderungannya mereka tidak lagi bertugas ketika sudah mendapatkan pekerjaan di luar kota," kata petugas Linmas asal Desa Karanglo, Kecamatan Klaten Selatan itu.