Usir Orang Gila, Petugas Satpam Pemkab Klaten Malah Dipukul

ilustrasi penganiayaan dan pengeroyokan. (Solopos/Dok)
07 Desember 2018 19:30 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Seorang petugas Satpam Pemkab Klaten mengalami luka setelah dipukul seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa, Jumat (7/12/2018) sekitar pukul 11.00 WIB.

Peristiwa itu terjadi ketika petugas Satpam Pemkab Klaten bernama Riyanto itu mendapat laporan warga ada seorang pria dengan gelagat mencurigakan memasuki halaman Pemkab.

Riyanto lantas mencari pria yang sudah berjalan hingga bagian belakang Pendapa Pemkab Klaten di mana sedang digelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan (Rakorlak) tahun Anggaran 2018.

Oleh Riyanto pria itu diminta keluar dari kompleks Pemkab. Namun, di tengah perjalanan pria yang belum diketahui identitasnya tersebut mendekati salah satu mobil.

Riyanto yang mencoba membawa pria itu menjauh dari mobil justru mendapatkan perlawanan. Ia dipukul pada bagian hidung hingga mengeluarkan darah.

Belum sempat berlari menjauh, pria itu lantas ditangkap Riyanto dan dibawa ke pos Satpam Pemkab Klaten tak jauh dari pintu gerbang Pemkab.

“Saat di dekat pohon beringin berdekatan dengan mobil terparkir secara tiba-tiba ia memukul,” kata Riyanto saat ditemui wartawan di pos Satpam.

Petugas satpam lainnya lantas memborgol pria tersebut. Namun, tak mudah bagi petugas untuk memborgol kedua tangan pria itu yang terus meronta itu.

Saat ditanya petugas, pria tersebut hanya menggeleng-gelengkan kepala. Pada saku celana pendeknya, petugas tidak menemukan identitas diri.

“Karena memukul seorang anggota satpam, terpaksa kami borgol tangannya dan diikatkan ke kursi,” kata Koordinator Satpam kompleks Pemkab Klaten, Suwarno.

Tak berapa lama, aparat dari Polsek Kota Klaten datang dan membawa pria itu ke mapolsek setempat. Namun, petugas kesulitan lantaran pria yang diduga mengalami gangguan jiwa tersebut sulit diajak komunikasi.

“Kami antarkan pria itu ke RSJD untuk mendapatkan perawatan,” kata Kapolsek Kota Klaten, AKP Suyadi.