Jalan Bayanan-Jekawal Sragen Sudah Memakan Korban 100 Orang

Alat berat milik Dinas PUPR Sragen mengeruk gundukan tanah di Jalan Bayanan-Jekawan, Dukuh Bayanan, Desa Ngepringan, Jenar, Sragen, Jumat (7/12 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
08 Desember 2018 09:00 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Puluhan aparatur sipil negara (ASN) berbaur bersama warga bekerja bakti bersama di Jalan Bayanan-Jekawal, Dukuh Bayanan, Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Sragen, Jumat (7/12/2018) pagi.

Mereka bahu membahu mengeruk tanah yang menempel di jalan beton sepanjang 100 meter itu. Jalan di lingkungan RT 007-RT 008 Bayanan itu merupakan salah satu lokasi yang terkena dampak aktivitas pertambangan galian C dan mengakibatkan kondisi jalan seperti sirkuit off road.

“Selama ini ada 100-an warga yang terjatuh di jalur ini karena jalan yang tertutup lumpur tanah sehingga licin. Ada tiga lokasi selain di sini. Semua ini akibat dampak dari galian C,” celetuk Kepala Desa Ngepringan, Samsuwarno, saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat pagi.

Samsuwarno meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sragen untuk mengeruk tanah di pinggir jalan yang menggunung. Tanah uruk itu merupakan tanah dari galian C.

Dinas PUPR pun mengerahkan alat berat sejak tiga hari lalu untuk mengeruk tanah di kanan kiri Jalan Bayanan-Jekawal sepanjang 500 meter. Aktivitas alat berat itu masih bekerja hingga Jumat pagi.

“Warga terjun ke jalan untuk bekerja bakti ya baru kali ini. Kalau sebelumnya memang ada alat berat. Setahu saya baru kemarin ada alat berat di RT 007-008 ini. Mungkin sebelumnya mengeruk di sebelah utara,” kata Projo, 60, warga Bayanan RT 008.

Projo termasuk saksi atas banyaknya pelajar yang terjatuh di jalan itu karena kondisi jalan yang licin. Dalam sehari saja, Projo mendapati ada tiga pelajar yang terjatuh saat pulang sekolah karena jalan licin di satu lokasi saja, belum lokasi lain.

Ia berharap dengan pengerukan tanah berem jalan itu maka kerusakan jalan akibat tertimbun tanah uruk bisa teratasi. “Paling tidak untuk meminimalkan jumlah warga yang jatuh,” kata Sukam warga lainnya.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati turut melihat kondisi jalan yang menjadi viral di media sosial. Ia datang bersama Kepala Dinas PUPR Sragen Marija dan sejumlah pejabat DPUPR serta Camat Tangen.

Keluhan banyaknya warga yang terjatuh di jalur itu pun diadukan Samsuwarno kepada Yuni setibanya di lokasi. Yuni sempat berembuk dengan Marija untuk penanganan jalur itu dalam jangka pendek.

“Masalahnya belum masuk di program kegiatan APBD 2019. Oh iya, kemarin ada CSR [corporate social responsibility] dari BRI yang ternyata nilainya mencapai Rp1 miliar lebih per tahun. Pada 2018 ini ada Rp1,7 miliar. Nah, dana CSR itu bisa diarahkan untuk perbaikan jalan ini. Nanti Pemkab yang menyiapkan proposalnya,” kata Yuni kepada Marija yang didengarkan para wartawan.

Marija sigap menjawab dan segera menindaklanjuti permintaan Bupati. Kebutuhan anggaran untuk perbaikan secara parsial pada lokasi jalan yang rusak senilai Rp750 juta. Jalan Bayanan-Jekawal itu merupakan jalan kabupaten yang dibangun pada 2010 lalu.