10 Hari Tol Sragen-Ngawi Diresmikan, 4 Nyawa Melayang

Bangkai mobil pikap Daihatsu Gran Max berpelat nomor AG 8356 KE yang ringsek setelah mengalami kecelakaan di jalan tol Ngawi-Sragen KM 540 di Kebonromo Ngrampal teronggok di kompleks Mapolres Sragen, Sabtu (8/12 - 2018). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)
08 Desember 2018 20:15 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Dalam kurun waktu sepuluh hari setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (28/11/2018) lalu, jalan tol Sragen-Ngawi sudah diwarnai dua kecelakaan mengerikan. Empat nyawa melayang dalam dua kecelakaan itu.

Kecelakaan mengerikan pertama terjadi pada Selasa (4/12/2018) malam pukul 19.30 WIB di KM 545 tepatnya di Dukuh Dayu, Banyurip, Sambungmacan, Sragen. Kecelakaan yang melibatkan mobil Daihatsu Xenia berpelat nomor B 1572 KOL dengan truk gandeng AG 9658 US itu menewaskan dua orang.

Kecelakaan itu menewaskan dua orang, yakni sopir Xenia, Sutra Prasidang Legis, 40, warga Wandanpuro, Buluwalang, Malang, dan Ny. Agus Tri Rahayu, 64, warga Margarahayu, Bekasi. Kedua korban meninggal dunia di lokasi kejadian setelah mobil itu melaju kencang dari arah Solo menabrak bagian belakang truk tronton.

Hanya satu orang yang selamat, yakni Bulan Suci, 12. Namun, bocah itu mengalami luka patah tulang paha kanan dan memar di bagian muka.

Sementara itu, kecelakaan mengerikan kedua terjadi pada Sabtu (8/12/2018) sekitar pukul 04.00 WIB di KM 540 tepatnya di Dusun Jambu, Kebonromo, Ngrampal, Sragen. Kecelakaan itu menewaskan dua orang, yakni sopir dan penumpang mobil pikap Gran Max berpelat nomor AG 8356 KE yang mengangkut ikan. Dua korban tewas itu adalah Ali Muzaci, 34, warga Udanawu Blitar yang menjadi sopir dan Moch. Wafir Arofiki, 45, warga Bakung, Blitar, yang menjadi penumpang.

Kasat Lantas Polres Sragen AKP Dani Permana mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan kecelakaan itu bermula ketika mobil Daihatsu Gran Max dan kendaraan tak dikenal melaju dari arah Ngawi ke arah Solo. Sesampainya di lokasi, Gran Max menabrak kendaraan tak dikenal di depannya.

“Kemungkinan Gran Max dikemudikan dengan kecepatan tinggi sehingga tak bisa menguasai laju kendaraan sehingga menabrak kendaraan tak dikenal di depannya. Setelah itu, kendaraan tak dikenal itu meninggalkan lokasi,” jelas AKP Dani Permana di Semarang saat dihubungi Solopos.com melalui telepon.

Sopir dan penumpang mobil pikap itu langsung meninggal dunia di lokasi. Kedua jenazah baru bisa dievakuasi sekitar pukul 05.00 WIB. Kedua jenazah tiba di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen pada pukul 05.30 WIB. Polisi kemudian mengevakuasi mobil pikap Gran Max yang mengalami ringsek di bagian depan.