Ini 10 Negara yang Andalkan Pengobatan Tradisional, Ada Indonesia

Warga menikmati refleksi rendam kaki menggunakan ramuan jamu saat Ngabuburit Budaya di Monumen Bantarangin, Ponorogo, Rabu (23/5 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
09 Desember 2018 19:29 WIB Insetyonoto Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mencatat ada 10 negara yang masih sangat mengandalkan pengobatan tradisional. Salah satu di antaranya adalah Indonesia.

Tiongkok adalah negara yang paling banyak menerapkan pengobatan tradisional sementara Indonesia berada di urutan ke-9 dari 10 negara.

Dengan kondisi itu tenaga kesehatan diharapkan mampu memberikan layanan kesehatan tradisional terintegrasi yang aman. Demikian salah satu pembahasan seminar nasional bertema Public Health Meets Integrative Medicine: Now and Then yang diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki Prodi Kesehatan Mayasarakat.

Kegiatan itu digelar Program Studi (Prodi) Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Seminar yang bersamaan dengan musyawarah daerah IAKMI Jawa Tengah itu berlangsung di Hotel Swiss Belinn Saripetojo Solo, Sabtu (8/12/2018).

Ketua Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan UMS Solo, Sri Darnoto, mengatakan seminar mengangkat tema pelayanan kesehatan tradisional integrasi. Pelayanan integrasi mengombinasikan pelayanan kesehatan konvensional dengan tradisional komplementer, baik sebagai pelengkap maupun pengganti dalam keadaan tertentu.

“Pelayanan ini merupakan isu yang sangat strategis dan perlu diketahui tenaga kesehatan masyarakat hingga masyarakat,” katanya.

Tenaga kesehatan masyarakat memiliki peran potensial untuk ikut berkontribusi mewujudkan pelayanan aman, bermanfaat, dan bermutu sesuai standar. “Melalui seminar nasional ini kami berharap dapat memberikan pembaharuan pengetahuan tentang pelayanan kesehatan tradisional integrasi untuk kemajuan kompetensi ahli kesehatan masyarakat pada masa mendatang,” kata Sri Darnoto. “Seminar nasional ini sekaligus digelar musda IAKMI Jateng,” ungkapnya.

Kasubdit Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Yuniati Situmorang dalam kesempatan sama mengatakan pelayanan kesehatan tradisional telah diatur dalam UU No. 36/2009 tentang Kesehatan.

“Pelayanan kesehatan tradisional adalah pengobatan atau perawatan dengan cara dan obat yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun-temurun secara empiris, dapat dipertanggungjawabkan dan diterapkan sesuai norma yang berlaku di masyarakat,” ujar dia.

Ketua Umum Pengurus Pusat IAKMI , Ridwan M. Thaha, mengungkapkan berdasarkan data WHO, negara yang menerapkan pengobatan tradisional paling banyak adalah Tiongkok sebesar 90%. “Disusul Republik Korea 69%; Hong Kong dan Nauru 60%; Philipina 57,30%; Vietnam 50%; Jepang 49%; Australia 48,50%; Indonesia 45,17%, dan Singapura 45%,” jelas dia.