Harga Telur di Sukoharjo Naik Rp5.000/Kg, Terkerek Pilkades?

ilustrasi harga telur. (Solopos/Dok)
09 Desember 2018 17:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Harga telur ayam di pasar tradisional Sukoharjo mulai terkerek naik menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak pada 11 Desember 2018. Kondisi ini dipengaruhi tingginya tingkat permintaan komoditas pangan itu.

Harga telur ayam di pasaran naik dari Rp20.000 per kg menjadi Rp25.000 per kg. Kenaikan harga telur ayam terjadi sejak sepekan lalu.

Tingginya permintaan merupakan faktor utama kenaikan harga telur ayam di pasaran. Sebagian keluarga calon kepala desa (cakades) tengah bersiap tak terkecuali penyediaan logistik makanan.

Telur ayam merupakan bahan utama membuat roti atau kue yang menjadi camilan saat menjamu warga di rumah cakades. “Permintaan telur ayam sangat tinggi. Banyak masyarakat yang membikin kue dan roti untuk penganan. Sebagian keluarga calon yang bersaing dalam pilkades,” kata seorang pedagang Pasar Ir. Soekarno, Yuna, saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu (9/12/2018).

Selain itu, saat ini, banyak hajatan pernikahan yang membutuhkan telur ayam dalam jumlah besar. Biasanya, masyarakat memborong telur ayam hingga lebih dari 10 kg. Telur ayam itu menjadi bahan utama menu masakan untuk menjamu tamu dan kerabat keluarga di lokasi hajatan pernikahan.

Yuna memperkirakan harga telur ayam di pasaran bertahan hingga perayaan Natal. Bahkan, jika tingkat permintaan masih tinggi, harga telur ayam bakal melonjak saat momen pergantian tahun.

“Dua hari lagi ada coblosan pemilihan kepala desa [pilkades], bisa jadi tingginya tingkat permintaan dipengaruhi hajatan pernikahan dan Pilkades. Setiap calon kepala desa [cakades] bakal memasak makanan dalam jumlah besar untuk menjamu pendukungnya setiap hari,” ujar dia.

Lonjakan harga telur ayam sempat terjadi pada Agustus. Saking tingginya, harga telur ayam di tingkat pengecer menembus Rp30.000 per kg.

Padahal, harga eceran tertinggi (HET) telur ayam yang ditetapkan pemerintah Rp18.000 per kg. Kala itu, masyarakat cenderung mengurangi pembelian telur ayam lantaran harganya yang tak terjangkau kantong pribadi.

Selain telur ayam, sejumlah harga komoditas pangan lainnya diperkirakan naik hingga perayaan Natal. “Sekarang harga bawang putih, bawang merah dan minyak goreng masih stabil. Namun, bisa jadi harga kebutuhan pokok naik karena dua pekan lagi sudah Natal,” kata pedagang kebutuhan pokok lainnya, Ratmini.