Nenek Lansia di Sambi Boyolali Ditemukan Meninggal di Sumur

Suasana rumah Suminah, 70, warga Dukuh Sambirejo, Desa Trosobo, Sambi, Boyolali, Senin (10/12 - 2018) siang. Suminah ditemukan meninggal di dalam sumur. (Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni)
10 Desember 2018 15:20 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Suminah, 70, warga Dukuh Sambirejo, Desa Trosobo, Kecamatan Sambi, Boyolali ditemukan meninggal di dalam sumur di rumahnya, Senin (10/12/2018) pagi.

Informasi yang dihimpun solopos.com di lokasi kejadian, Suminah tidak terlihat keluar rumah sejak Minggu (9/12/2018) sore hingga Senin (10/12/2018) pagi.

Tetangga dekat Suminah, Haryati, 50, menuturkan biasanya saban pagi Suminah berada di rumahnya. Dia berjalan kaki menyeberang jalan untuk mencari teman mengobrol. Tapi, hingga tadi pagi pukul 07.00 WIB nenek itu tetap tak terlihat.

"Karena Mbah Suminah tinggal sendiri, setiap pagi kerap pergi ke rumah saya," terang Haryati ketika berbincang dengan solopos.com Senin.

Merasa waswas, Haryati bersama beberapa warga kemudian mengetuk rumah Suminah yang tak terkunci. Tidak ada jawaban, mereka masuk mencari sang nenek. Mengetahui Suminah tidak terlihat di rumah, dia lantas mengecek seluruh ruangan rumah.

Kejanggalan terlihat di sumur belakang rumah. "Sumur itu biasanya ditutup, tapi ini kok terbuka," imbuhnya. Haryati langsung mengarahkan lampu senter dari ponsel pintar ke dalam sumur. Saat itu, dia melihat bayangan seperti tubuh seorang perempuan.

Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada pengurus RT dan perangkat Desa Trosobo. Tak lama kemudian petugas BPBD dan aparat Polsek Sambi datang melakukan penyelamatan dengan sistem vertical rescue.

Jenazah Suminah dievakuasi dari sumur sekitar pukul 10.00 WIB dan dimakamkan di permakaman desa setempat pukul 14.00 WIB.

Tetangga yang lain, Sukiyem, 70, mengatakan Suminah memiliki tiga anak. Rumahnya berdempetan dengan rumah salah seorang anaknya yang kini tinggal di Kalimantan. Sementara dua anak yang lain tinggal di Demak dan Jakarta.

Haryati menambahkan Suminah menderita gangguan mental sejak empat tahun lalu. Hal ini dibenarkan oleh Sukiyem dan para tetangga yang melayat. "Anak-anaknya kalau pulang rutin membawa Suminah berobat, terakhir sampai ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Solo," kata Haryati.

Sebelum meninggal Suminah bahkan sempat berujar kepada tetangga bahwa dirinya ingin nyemplung sumur.Menurut informasi, sebelumnya Suminah pernah nyemplung di aliran sungai di desa namun nyawanya bisa diselamatkan dan tidak berakibat fatal.