Solopos Hari Ini: Korupsi Dinasti Terulang Lagi

Harian Umum Solopos edisi Kamis (13/12 - 2018).
13 Desember 2018 10:10 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Penangkapan Bupati Cianjur, Jawa Barat, Irvan Rivano Muchtar, oleh KPK menambah panjang daftar kepala daerah produk dinasti politik yang terseret korupsi. Irvan memimpin Cianjur sejak 2016. Dia menggantikan ayahnya, Tjetjep Muchtar Soleh, yang menjabat dua periode pada 2006-2016.

Lembaga antirasuah menangkap Irvan bersama lima orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Cianjur, Rabu (12/12/2018) pagi. Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif menyatakan penyidik menyita uang Rp1,5 miliar yang diduga dikumpulkan para kepala sekolah untuk disetorkan ke bupati.

Kabar penangkapan bupati Cianjur oleh KPK itu menjadi berita utama di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Kamis (13/12/2018). Berita itu bisa disimak secara lengkap di E-Paper Solopos.

Selain itu, halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga dihiasi dengan ulasan pilkades di Sukoharjo. Sejumlah cakades muda mampu menumbangkan para petahana.

Cakades Muda Tumbangkan Petahana

Sebagian calon kepala desa (cakades) petahana atau incumbent tumbang pada pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di 125 desa di Sukoharjo. Muncul figur calon baru dari kalangan muda yang menggulingkan calon petahana.

Informasi yang dihimpun Espos, Rabu (12/12/2018), tokoh baru yang maju sebagai cakades mampu berbicara banyak saat pelaksanaan pemungutan suara pada Selasa (11/12/2018). Mereka berasal dari berbagai latar belakang profesi dan pendidikan dan mampu merebut simpati pemilih.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, menyajikan berita tentang jembatan kaca di Kali Anyar Solo yang ternyata tak bisa diakses masyarakat umum. Selain itu ada pula kabar tentang pembangunan Pasar Klewer sisi timur.

Maaf, Bukan untuk Umum!

Jembatan kaca yang dibangun di Kali Anyar dekat Terminal Tirtonadi, Solo, ternyata tak bisa diakses masyarakat umum. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo Endah Sitaresmi Suryandari mengatakan pintu masuk ke jembatan akan dikunci karena jembatan itu hanya akan digunakan untuk keperluan inspeksi oleh petugas yang berkepentingan.

Sita, sapaan akrabnya, ketika dijumpai wartawan di Balai Kota Solo, Rabu (12/12/2018), mengatakan pintu masuk jembatan digembok untuk mencegah warga masuk ke jembatan sepanjang lebih kurang 70 meter tersebut.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Dana Cadangan Rp30 M Disiapkan

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai ancang-ancang menggunakan dana cadangan Rp30 miliar untuk pembangunan Pasar Klewer sisi timur. Sebab hingga kini belum ada kejelasan dari pemerintah pusat terkait kucuran dana untuk pembangunan bagian tersisa dari pasar tekstil terbesar di Jawa Tengah tersebut.

Dana cadangan telah disiapkan Pemkot dalam APBD Kota Solo 2019 guna mengantisipasi seandainya pembangunan Pasar Klewer sisi timur tak jadi dibiayai pusat. "Sejauh ini untuk Klewer timur kami masih belum ada kabar. Masih menunggu kepastian dari pusat terkait anggaran pembangunan Pasar Klewer timur]," kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Subagiyo ketika berbincang dengan Espos, Rabu (12/12/2018).

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.