Organda Solo Siapkan 35 Kendaraan Cadangan Saat Libur Nataru

Calon penumpang menunggu bus di Terminal Tirtonadi, Solo, Rabu (20/6 - 2018). (Solopos/NIcolous Irawan)
13 Desember 2018 16:15 WIB Farida Trisnaningtyas Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Organisasi Angkutan Darat (Organda) Solo menyiapkan sebanyak 35 kendaraan cadangan untuk menghadapi kemungkinan lonjakan penumpang pada momen Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019.

Namun demikian, armada cadangan sifatnya kondisional dengan melihat kenaikan jumlah penumpang yang memanfaatkan transportasi darat seperti bus.

Ketua Organda Solo, Joko Suprapto, mengatakan pihaknya menyiapkan armada sebaik mungkin untuk menghadapi Nataru. Ia berharap ada kenaikan penumpang yang signifikan mengingat angkutan darat akhir-akhir ini lesu.

“Semoga ramai seperti biasanya, karena akhir-akhir ini agak lesu khususnya yang dalam kota seperti taksi. Kalau bus memang masih eksis, tapi juga berkurang tidak seperti biasanya, mudah-mudahan bisa lebih bagus akhir tahun ini. Cadangan armada kami siapkan bisa sampai 35 unit, tapi nanti kami cek lagi,” paparnya, kepada wartawan, Rabu (12/12/2018).

Di sisi lain, pada Nataru ini sebanyak 800 armada akan dioperasikan untuk melayani penumpang baik untuk jurusan antarkota antarprovinsi (AKAP) maupun antarkota dalam provinsi (AKDP). Organda mencatat armada keseluruhan ada 1.710 kendaraan. Namun demikian, selama ini yang beroperasi hanya separuhnya, bahkan jika sepi armada yang beroperasi hanya 30%.

Selain itu, sebelum dioperasikan armada yang jarang terpakai akan diuji kir terlebih dahulu. Maka dari itu, momen Nataru ini jadi saat yang tepat untuk mendongkrak penggunaan armada angkutan darat.

“Sejauh ini secara tarif tidak ada kenaikan meskipun momen Nataru. Namun pengusaha armada angkutan darat mempunyai tarif batas atas dan tarif batas bawah yang dikenakan,” imbuhnya.

Joko menjelaskan untuk tarif batas atas, yakni Rp155/penumpang/km. Sedangkan tarif batas bawah yakni Rp115/penumpang/km. Namun demikian, tarif ini hanya dikenakan untuk kelas ekonomi. Sementara kelas di atasnya ditentukan oleh masing-masing pengusaha angkutan darat.