Terdampak Track KA Solo-Madiun, 77 Kios dan Los Pasar Bunder Sragen Akan Direlokasi

Sejumlah kios dan los Pasar Bunder, tepatnya di utara Jl. Diponegoro Sragen bakal direlokasi karena terdampak proyek pengoperasian double track KA. Foto diambil Kamis (13 - 12). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)
13 Desember 2018 17:10 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN – Sebanyak 77 kios dan los Pasar Bunder yang berlokasi di utara Jl. Diponegoro Sragen bakal direlokasi karena terdampak proyek pengoperasian jalur double track kereta api (KA) jurusan Solo-Madiun.

Lurah Pasar Bunder, Sugino, mengatakan proyek relokasi 77 kios dan los itu sudah dibahas bersama antara perwakilan pedagang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan PT KAI di Pendapa Rumdin Bupati Sragen, dua pekan lalu. Dalam pertemuan itu, belum ada kejelasan terkait status kepemilikan tanah tempat berdiri 77 kios dan los tersebut.

Tanah itu belum diketahui apakah aset dari Pemkab Sragen atau aset dari PT KAI. Meski begitu, relokasi menjadi langkah yang harus ditempuh karena antara rel KA dengan kios dan los itu hanya berjarak sekitar tiga meter. Sesuai UU No. 23/2007 tentang Perkeretaapian, jarak antara bangunan permukiman atau tempat usaha dengan rel KA minimal enam meter.

“Pedagang menginginkan mereka direlokasi tak jauh dari Pasar Bunder. Alternatifnya ya di kompleks PG Mojo. Tapi, kami belum tahu progresnya bagaimana. Kabar yang saya terima masih dalam tahap negosiasi,” jelas Sugino saat ditemui di kantornya, Kamis (13/12/2018).

Sebanyak 77 kios dan los di utara Jl. Diponegoro itu dipakai untuk usaha toko kelontong, koperasi, kantor perbankan, warung makan dan buah-buahan. Para pedagang sudah menetap berjualan di lokasi selama bertahun-tahun. Mereka membayar sewa kios dan los itu setiap tahun. Setiap hari mereka dikenakan kewajiban membayar retribusi dan dana kebersihan kepada pengelola Pasar Bunder.

“Sampai sekarang belum ada kepastian mau direlokasi ke mana. Tapi, kami maunya ya tidak jauh dari pasar. Kalau jauh dari pasar kami khawatir sepi pembeli,” papar Yanti, 39, salah seorang pedagang.

Sementara itu, Kepala Disperindag Sragen Untung Sugihartono belum bisa memastikan apakah proyek relokasi 77 kios dan los di Pasar Bunder itu bisa direalisasikan pada 2019 mendatang. “Proses relokasinya melibatkan pihak ketiga. Relokasinya masih diupayakan tempat yang sekira cocok untuk usaha yang sama. [Apakah bisa direalisasikan pada 2019], kita tunggu saja nanti,” ucap Untung.