Diduga Karena HP Disita Ortu, Gadis Jaten Karanganyar Menghilang

Nabila Fitriana Ramadani. (Istimewa)
16 Desember 2018 20:00 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Nabila Fitriana Ramadani, 14, warga Dukuh Jomboran, RT 002/RW 007, Dusun Banaran, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar, pergi dari rumah sejak Sabtu (15/12/2018) siang. Diduga, dia meninggalkan rumah setelah sang ibu menyita handphone-nya.

Hingga berita ini ditulis, Minggu (16/12/2018) pukul 17.00 WIB, siswi SMP Islam Al Hadi Mojolaban Kabupaten Sukoharjo itu belum pulang ke rumah. Informasi hilangnya Nabila menyebar di jejaring Whatsapp. Dalam informasi itu, terpasang foto Nabila mengenakan jilbab putih lengkap dengan nama dada dan badge kelas VIII SMP Islam Al Hadi. Keterangan foto tertulis nama, alamat, dan informasi tentang kepergian Nabila.

Ayah Nabila, Bambang Sugiyanto, mengonfirmasi kabar itu. Anak bungsu dari dua bersaudara itu pergi dari rumah pada Sabtu pukul 12.00 WIB. Dia pergi diantar kakaknya yang duduk di bangku SMA kelas 11. Menurut cerita kakaknya kepada orang tua, Nabila meminta diantarkan ke belakang Palur Plaza atau Terminal Palur.

"Katanya mau dolan sama temannya. Diantarnya kakaknya naik motor ke belakang Palur Plaza, di dekat terminal. Pas sampai sana, kata kakaknya, belum ada temannya. Lalu kakaknya pulang," kata Bambang saat dihubungi Solopos.com, Minggu.

Bambang curiga karena anak perempuannya belum pulang hingga pukul 16.00 WIB. Saat itulah dia berinisiatif mencari Nabila ke rumah kerabat, teman sekolah, tetangga, guru, dan sekolah, namun hasilnya nihil. Bambang akhirnya melapor ke Polsek Jaten pada Minggu.

"Dia pergi enggak pamit. Biasanya enggak pernah begini. Enggak main jauh. Saya sudah mencari ke Terminal Tirtonadi, Monumen 45 Banjarsari Solo, Alun-Alun Karanganyar, Terminal Palur," ujar dia.

Bambang menduga Nabila pergi karena handphone miliknya disita oleh sang ibu. Alasan tindakan itu adalah nilai Nabila menurun. "HP disita ibunya. Nilainya melorot. Katanya chatting-chattingan terus. Kami sudah coba membuka [handphone] enggak bisa karena dikunci. Sudah dicoba ke toko handphone tapi enggak bisa," jelas dia.

Nabila memiliki ciri berkulit putih, berat badan 60 kilogram, dan memiliki tahi lalat di bawah mata sebelah kiri. Saat pergi dari rumah, dia mengenakan baju cokelat krem, celana hitam bahan jin, kerudung putih metalik, mengenakan sandal, dan membawa tas kecil berwarna putih. Biasanya,  kerudungnya dibiarkan menjuntai ke depan dada.

"Nyuwun tulung sedaya mawon. Menawi sumerep anak kula. Dipun bantu," tutur dia.

Bayan Banaran, Guntoro, mengaku menerima informasi perihal salah satu warganya pergi dari rumah. Guntoro berinisiatif membantu mencari dengan membagikan informasi itu di jejaring aplikasi Whatsapp.

"Saya selaku kepala dusun makanya kami membantu menampung informasi itu. Kalau ada apa-apa silakan menghubungi saya di nomor 085290538877. Semoga pulang dalam keadaan selamat dan sehat. Tolong jangan ada yang memanfaatkan momen ini untuk kepentingan yang tidak baik," ujar dia.