Keseruan Naik Sepur Kalen, Wisata Baru Susur Sungai di Boyolali

Pengunjung menikmati Sepur Kalen di Desa Kadireso, Kecamatan Teras, Boyolali menikmati aliran sungai setempat saat berwisata susur sungai, Kamis (15/12 - 2018). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
17 Desember 2018 05:40 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI - Liburan sekolah akhir semester ganjil sudah datang. Apakah Anda sudah punya tempat tujuan wisata bersana anak-anak untuk mengisi liburan? Kalau belum, wisata air di Kecamatan Teras, Boyolali ini mungkin bisa dijadikan referensi.

Tempat wisata di Desa Kadireso ini namanya Sepur Kalen atau dalam bahasa Indonesia artinya kereta kali/kereta sungai. Lokasi ini berada sekitar 5 (km) ke arah selatan dari perempatan Randusari, Kecamatan Teras di jalan Solo-Semarang. Wisata ini prinsipnya seperti main kereta-keretaan tetapi bukan di rel, melainkan di kalen atau sungai kecil atau yang biasa disebut juga denan river tubing atau susur sungai.

Seperti wahana susur sungai lainnya, sarana yang digunakan di lokasi wisata Sepur Kalen ini juga berupa ban dalam mobil (bekas). Pengunjung akan menumpang ban karet ini menyusuri sebuah sungai kecil yang mengalir di Desa Nepen dan Desa Kadireso sepanjang sekitar 200 meter. Jarak tempuh ini terbilang pendek, namun untuk menikmati wahana ini, setiap pengunjung diberi kesempatan dua kali menyusur sungai dengan ongkos sewa ban Rp10.000 per buah.

Selama perjalanan, pengunjung dapat menikmati kesejukan dan kejernihan air, serta jeram-jeram kecil sambil duduk (setengah tidur) pada ban masing-masing. Pada titik awal perjalanan, mereka dipayungi pepohonan rimbuh dan berikutnya disuguhi pemandangan sawah. Di dekat titik finish, pengunjung bisa melihat suasana perkampungan dengan aktivitas warga.

Bermain di wahana Sepur Kalen ini tak usah khawatir hanyut karena aliran sungai berkedalaman maksimal sekitar 50 cm ini tidak deras. Perjalanan sepur juga selalu diawasi petugas yang bersiaga di beberapa titik perjalanan. Meski begitu, pengunjung perlu berhati-hati menjaga diri agar badan tidak tergores bebatuan di sisi sungai.

Sementara itu, seusai bermain air, pengunjung dapat berganti pakaian basah mereka di rumah warga yang sudah disiapkan pengelola. Selanjutnya, mereka bisa langsung pulang ke rumah masing-masing. Tapi bagi yang ingin menikmati kesegaran udara di lokasi itu lebih lama, pengunjung bisa memesan sego wiwit kepada pengelola dengan harga Rp10.000 per porsi. Menu nasi bertabur ikan cethul goreng yang renyah dipadu gudangan ini terasa nikmat dimakan seusai bermain air. Kenikmatan akan terasa lebih lengkap dengan menu minuman es degan/kelapa muda yang bisa dipesan dengan harga Rp10.000 per porsi.

Di sisi lain, wisata baru ini mulai dikembangkan sekitar dua bulan lalu. Sebelumnya, warga tidak pernah menyadari potensi alam di wilayah itu. Mereka baru menyadari setelah ada postingan iseng warga setempat, Ariawan di media sosial Whatsapp. Saat itu, laki-laki yang lebih dikenal dengan nama Geong ini direkam temannya saat meluncur dengan ban di sungai yang berlokasi di RT 005/RW 001 Kadireso tersebut.

Postingan itu kemudian dikirimkan kepada beberapa orang dan dibagikan lagi kepada orang lain. Menurut Geong, video tersebut mendapat respons positif dan membuat orang penasaran ingin berkunjung. “Sungai yang sebenarnya biasa saja menurut warga sini ternyata sangat menarik bagi orang lain di luar. Makanya pak RT sini Pak Marjuli mendorong kami untuk mengembangkan lokasi ini menjadi wisata,” ujar Geong saat berbincang dengan Solopos.com di lokasi.

Bersama komunitas Sekolah Sungai Boyolali, kelompok masyarakat ini berhasil menjadikan alam yang tadinya seolah-olah biasa saja menjadi lokasi wisata yang menarik. Sementara itu, pegiat Sekolah Sungai Boyolali, Agung Nugroho mengatakan, pengembangan wisata ini merupakan bentuk sinergitas dengan masyarakat dalam melestarikan lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi mereka.