Pesilat Klaten Raih Medali Perak di Singapura

Pesilat asal Klaten, Khoirudin Mustakim (paling kiri), menerima medali saat mengikuti kejuaraan World Pencak Silat Championship 2018 di Singapura, 13-16 Desember lalu. (Istimewa - Khoirudin Mustakim)
19 Desember 2018 17:01 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Khoirudin Mustakim, pesilat asal Klaten kembali meraih medali pada kejuaraan pencak silat internasional. Kali ini, pesilat dari Desa Karangpakel, Kecamatan Trucuk meraih medali perak dalam kejuaraan World Pencak Silat Championship 2018 di Singapura.

Mustakim menjadi salah satu atlet dari 38 orang terdiri 30 pesilat serta delapan ofisial yang diberangkatkan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) ke Singapura untuk mewakili Indonesia mengikuti kejuaraan dunia pada Kamis-Minggu (13-16/12/2018) lalu. Mustakim terpilih lantaran sebelumnya berhasil menyumbangkan medali dalam kejuaraan internasional.

Dalam kejuaraan tersebut, Mustakim turun pada kelas A 45-50 kg. Pada babak final, Mustakim bertanding dengan pesilat asal Thailand. Lantaran terjatuh, Mustakim harus puas dengan torehan medali perak. “Sebenarnya saya sudah menang tipis dari pesilat Thailand. Tetapi, babak terakhir kalau tidak salah pada detik ke-15 saya jatuh dan di situlah saya kalah. Tetapi, saya tetap bersyukur masih diberi keselamatan dan kesehatan,” kata Mustakim saat dihubungi Solopos.com, Rabu (19/12/2018).

Medali kali ini bukan kali pertama yang ia raih dari kejuaraan internasional selama 2018. Pada 23-29 April lalu, pesilat dari Persinas ASAD itu meraih medali emas saat mengikuti kejuaraan Dunia Pencak Silat Junior di Songkhla, Thailand. Prestasi itu disusul ketika Mustakim mengikuti Asian Pencak Silat Championship 2018 di Kota Kashmir, India. Pada kejuaraan yang digelar 30 September hingga 3 Oktober lalu, Mustakim berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan pesilat asal Vietnam. Pada ajang Porprov Jawa Tengah 2018 yang digelar pada 19-25 Oktober, ia menyumbang satu medali emas untuk Klaten.

Soal target di 2019, pesilat dengan tinggi badan 163 sentimeter dan berat badan 51 kg itu menargetkan bisa masuk sebagai salah satu atlet yang disiapkan untuk ajang SEA Games 2019. “Selain itu target saya bisa masuk dalam pra kualifikasi Pekan Olahraga Nasional di Papua 2020 mendatang,” tutur dia.

Ketua PB IPSI Klaten, M. Nasir, mengapresiasi prestasi yang diperoleh Mustakim. Apalagi, Mustakim terhitung baru saat mengikuti kejuaraan internasional tingkat senior. “Sebenarnya saat final secara riil layak juara. Tetapi, apa pun itu hasilnya ia sudah bertanding secara optimal,” kata Nasir.

Ia menjelaskan sepengetahuannya Mustakim menjadi pesilat pertama Klaten yang mampu menembus kejuaraan tingkat internasional. Ia berharap dari prestasi yang diperoleh menjadi motivasi untuk mengikuti ajang kejuaraan lainnya. “Harapannya prestasi Mustakim ini bisa memotivasi teman-teman lainnya,” tutur dia.