Soloraya
Kamis, 21 Maret 2024 - 16:29 WIB

1 Anak Meninggal Dunia Karena DBD di Solo, Gibran: Waspadai Masa Pencaroba

Wahyu Prakoso  /  Ahmad Mufid Aryono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah dengue (DBD). (dok)

Solopos.com, SOLO– Jumlah warga yang terserang demam berdarah dengue (DBD) mencapai 33 kasus di Kota Solo sejak awal tahun ini. Satu di antaranya meninggal dunia.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo Setyowati menjelaskan temuan satu kasus meninggal dunia akibat DBD itu di Kecamatan Jebres, Solo, pekan lalu. Usianya 11 tahun atau masih anak-anak.

Advertisement

“Meninggalnya di rumah sakit,” ujar dia, Kamis (21/3/2024) siang. Dia mengatakan tidak ada riwayat penyakit lain, namun hanya gejala DBD.

Menurut dia, DBD tidak hanya menyerang anak-anak namun juga bisa menyerang orang dewasa. Nyamuk menjadi penularan sehingga semua usia bisa terserang DBD.

Advertisement

Menurut dia, DBD tidak hanya menyerang anak-anak namun juga bisa menyerang orang dewasa. Nyamuk menjadi penularan sehingga semua usia bisa terserang DBD.

“Anak-anak biasanya rentan sehingga mudah terkena. Mungkin dia tidak merasakan gejala karena usianya cukup besar [remaja]” jelas dia.

Setyowati menjelaskan Pemkot Solo melalui setiap Puskesmas sudah melakukan sosialisasi, edukasi, dan menggerakkan masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Sosialisasi juga memanfaatkan media sosial.

Advertisement

Menurut Setyowati, bisa jadi sejumlah rumah sakit di Kota Solo mengalami peningkatan dalam memberikan layanan rawat inap pasien DBD. Rumah sakit kelas A dan Kelas B menjadi rujukan kabupaten sekitar. Misalkan RSUD Dr Moewardi yang menjadi rujukan pasien di Jateng dan Jatim.

“Di Solo kasusnya 33 sampai hari ini. Rumah sakit penuh belum ada laporan resmi, tempat tidur penuh belum ada laporan,” ungkap dia.

Sementara itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan Pemkot Solo mewaspadai saat pancaroba. Dinas Kesehatan Kota Solo diminta untuk menindaklanjuti temuan kasus DBD supaya tidak ada penambahan.

Advertisement

Kementerian Kesehatan melalui laman resminya menjelaskan DBD adalah penyakit yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyebab DBD adalah virus dengue yang ditularkan kepada manusia melalui nyamuk Aedes aegypti.

Ketika nyamuk tersebut menggigit manusia, virus masuk ke dalam tubuh manusia. Penyakit ini masih menjadi salah satu isu kesehatan masyarakat di Indonesia karena tingkat penyebarannya yang tertinggi di antara negara-negara Asia Tenggara.

Gejala utama penyakit DBD meliputi demam mendadak dengan mencapai suhu hingga 39 derajat celsius. Demam ini berlangsung terus-menerus selama 2-7 hari, kemudian turun dengan cepat.

Advertisement

Gejala lain yang biasanya terjadi adalah nyeri kepala, menggigil, lemas, nyeri di belakang mata, otot, dan tulang, ruam kulit kemerahan, kesulitan menelan makanan dan minuman, mual, muntah, gusi berdarah, mimisan, timbul bintik-bintik merah pada kulit, muntah darah, dan buang air besar berwarna hitam.

Pada fase kritis penyakit ini, suhu tubuh menurun dan tubuh terasa dingin, meskipun penderita mungkin merasa seperti sudah sembuh. Namun, pada fase ini perlu waspada karena dapat terjadi sindrom syok dengue yang dapat mengancam jiwa.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif