Soloraya
Kamis, 16 April 2020 - 20:00 WIB

120 Kasus DBD di Karanganyar, Terbanyak di Jumantono

Candra Mantovani  /  Chelin Indra Sushmita  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi demam beradarah. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, KARANGANYAR – Sebanyak 120 kasus demam berdarah dengue atau DBD ditemukan di Karangayar hingga April 2020. Dari keseluruh kasus, pemetaan temuan kasus DBD terbanyak di Karanganyar berada di Kecamatan Jumantono, yakni 26 kasus.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKK Karanganyar, Katarina Iswati, ketika dihubungi Solopos.com, Kamis (16/4/2020). Dia mengatakan tren kasus DBD 2020 terhitung menurun dibandingkan 2019.

Advertisement

Tetapi adanya temuan kasus DBD yang didata hingga pertengahan April 2020 patut diwaspadai. Hingga saat ini, terdapat 120 kasus DBD di Karanganyar dengan satu kasus meninggal di Gondangrejo.

Pekan Depan RSUD Moewardi Solo Siap Layani Tes Swab Covid-19

Advertisement

Pekan Depan RSUD Moewardi Solo Siap Layani Tes Swab Covid-19

“Hingga saat ini memang sudah ada yang 120 kasus. Kalau dihitung dibandingkan tahun kemarin secara kalkulasi rata-rata sebulan 90 kasus. Ini baru dirata-rata sebanyak 50 kasus. Memang menurun, tapi memang ada banyak,” jelas Katarina Iswati.

Sementara itu di wilayah Jumantono, Karanganyar, terdapat 26 kasus DBD. Angka tersebut membuat Jumantono menjadi wilayah dengan kasus DBD terbanyak selama 2020.

Advertisement

Tambah 1, Ada 5 Pasien Positif Covid-19 Meninggal di RSUD Moewardi Solo

Leptospirosis

Sementara hingga pertangahan April 2020 diketahui ada sembilan kasus Leptospirosis. Angka tersebut bertambah dibandingkan Maret 2020 dengan total tujuh kasus. Akibat Leptospirosis sebanyak lima warga setempat dan satu orang luar Karanganyar meninggal.

“Ada meninggal satu lagi tapi bukan Karanganyar. Hanya singgah atau tinggal sebentar. Jadi database untuk kasus meninggal Leptospirosis terakhir masuk ke Jawa Timur, bukan di Karanganyar,” imbuh Katarina Iswati.

Advertisement

Perdana! Jumlah Pasien Corona Sembuh di Indonesia Per 16 April Lewati Angka Kematian

Sebelumnya, Plt. Kepala DKK Karanganyar, Purwati, mengatakan wabah Covid-19 tidak boleh membuat warga lengah terhadap ancaman penyakit lainnya. Dia mengatakan potensi wabah DBD dan Leptospirosis masih bisa terjadi di Karanganyar di tengah situasi ini.

“Masyarakat harus sadar, ancaman penyakit bukan hanya Covid-19 saja. Seperti yang terjadi sebelum-sebelumnya ada kasus-kasus DBD dan Leptospirosis. Jadi masyarakat harus tetap menggencarkan pola hidup bersih sehat (PHBS) mereka untuk membersihkan lingkungan rumah dari kencing tikus dan memusnahkan sarang-sarang nyamuk,” terang dia ketika ditemui Solopos.com di ruang kerjanya Senin (13/4/2020).

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif