Soloraya
Rabu, 21 Oktober 2020 - 19:25 WIB

152 Bayi Meninggal di Karanganyar, Paling Banyak Karena Ini

Candra Mantovani  /  Jafar Sodiq Assegaf  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi bayi. (Freepik)

Solopos.com, KARANGANYAR — Total kasus bayi meninggal selama tahun 2020 di Karanganyar sebanyak 152 bayi sejak Januari hingga Oktober. Penyebab kasus kematian bayi terbanyak disebabkan oleh kelainan bawaan dan bobot bayi yang lahir dibawah ukuran minimal.

3 Kecamatan di Karanganyar Jadi Fokus Peningkatan Razia Masker

Advertisement

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar, Nuk Suwarni, menjelaskan secara komulatif angka kematian bayi di Karanganyar di periode yang sama tidak berubah terlalu signifikan. Total kematian bayi dari kategori dalam kandungan hingga balita mencapai angka 152 kasus pada 2020.

“Sebenarnya tidak terlalu banyak jika dihitung dari per kategori dalam kandungan, perinetal,bayi, dan seterusnya. Dalam angka dua digit. Tidak mencapai ratusan. Jumlah kasus kalau dibandingkan tahun kemarin tidak ada kenaikan, hampir sama juga angkanya,” ucap dia kepada Solopos.com, Rabu (21/10/2020).

Penyebab

Nuk menjelaskan penyebab adanya ratusan kasus bayi meninggal di Karanganyar disebabkan oleh berbagai macam alasan. Namun, berdasarkan kasus yang ditemui, rata-rata penyebab kasus kematian karena adanya BBLR atau bobot bayi yang lahir kurang dari 2,5 kilogram serta kasus kongenital atau kelainan bawaan saat ada di kandungan.

Advertisement

Pengelola Objek Wisata Karanganyar akan Diwajibkan Punya Satgas Covid-19 Mandiri

“Untuk penyebabnya macam-macam dari berbagai kasus yang kami temui. Tapi kasus paling banyak karena BBLR dan Kongenital saat di dalam kandungan,” ucap dia.

Terkait kasus tersebut menurut Nuk masih bisa dikontrol lantaran persalinan saat ini dijamin oleh pemerintah melalui fasilitas JKN. Sehingga, bisa mengurangi kasus ibu yang melahirkan tanpa adanya pendampingan ahli medis.

Advertisement

“Upayanya pemantauan di Puskemas seperti penimbangan, bayi yang lahir sampai 28 hari ada konsultasi dengan bidan. Masih terkendali. Harapan kami kasus kematian bayi tidak ada peningkatan,” jelas dia.

Pengelola dan Mitra Wisata di Karanganyar Siap Bentuk Satgas Mandiri

Jumlah Kematian Bayi dan Balita di Karanganyar (Januari - Oktober 2020)

IUFD (kematian dalam kandungan) : 66

Penyebab utama kematian bayi adalah BBLR dan kelainan kongenital

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif