Soloraya
Rabu, 1 April 2020 - 06:00 WIB

3 Pos Karantina ODP Corona dan Pemudik di Solo Dijaga TNI-Polri

Ichsan Kholif Rahman  /  Chelin Indra Sushmita  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi virus corona (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Personel gabungan TNI dan Polri bakal mengamankan lokasi karantina ODP corona dan pemudik yang ditunjuk Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Pasukan gabungan diminta menjaga keamanan agar orang dalam pemantauan (ODP) tetap menjalani karantina untuk mencegah penularan virus corona di Kota Solo.

Advertisement

Kapolresta Solo, Kombes Pol Andy Rifai, saat dijumpai wartawan di Mapolresta Solo, Selasa (31/3/2020) mengatakan pihaknya akan membantu pengamanan dan memantau warga yang berasal dari luar daerah ke Kota Solo.

Canggih! Aplikasi Situs Corona Jateng Bisa Deteksi ODP di Sekitarmu Radius 500 Meter

Advertisement

Canggih! Aplikasi Situs Corona Jateng Bisa Deteksi ODP di Sekitarmu Radius 500 Meter

Jajaran Polresta Solo bersama Kodim 0735 Solo melalui Bhabinkamtibmas dan Babinsa akan mendorong para pendatang untuk melapor ke Ketua RT agar diobservasi sebagai deteksi sejak awal.

Kapolresta Solo menambahkan, jajaran polsek juga telah disiapkan untuk mengamankan lokasi karantina pemudik dan ODP corona yang sudah dipilih Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Advertisement

Update Corona Jateng: 93 Kasus Positif, 7 Meninggal dan 3 Sembuh

Solo Sepi

Menurut Kombes Pol Andy Rifay, saat ini kerumunan masyarakat di Kota Solo cenderung jarang ditemui. Namun, patroli pasukan gabungan terus dilakukan secara intensif guna menekan persebaran virus corona.

Ia menyebut beberapa perkampungan di Kota Solo sudah membatasi akses keluar masuk masyarakat. Hal itu sebagai langkah pencegahan dan pendataan agar penanganannya jauh lebih mudah.

Advertisement

Dosen di Salatiga Positif Corona Sepulang dari Amerika Serikat

“Patroli masih kami lakukan ke setiap kerumunan hingga di dalam kampung. Mengurangi interaksi kan juga sebagai salah satu kunci memutus virus corona ini,” ujarnya.

Ia menegaskan keselamatan masyarakat merupakan hukum tertinggi. Sehingga apabila ada orang yang dianggap membahayakan bagi keselamatan, namun menolak diamankan sampai melarikan diri kepolisian dapat mengambil langkah hukum.

Advertisement

BMKG Prediksi Musim Kemarau di Wonogiri dan Karanganyar Terjadi April

Sementara itu, Danrem 074 Warastratama, Brigjen TNI Rafael Granada Baay, mengatakan Babinsa dan Bhabinkamtibmas di seluruh jajaran Korem 074 Warastratama atau wilayah Soloraya rutin berkeliling di permukiman warga.

Para personel di lapangan diminta bersoasialisasi tentang pencegahan virus corona dengan cara yang mudah diterima. Warga di Solo diminta melakukan karantina mandiri di rumah agar tidak tertular virus corona.

“Pemahaman mengenai Covid-19 ini sudah tersosialisasi dengan baik sehingga tidak ada penolakan para warga yang dikarantina,” ujar Danrem.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif