Soloraya
Selasa, 16 Februari 2021 - 18:01 WIB

5 Fakta Luweng di Pracimantoro Wonogiri: Tempat Buang Mayat – Hilang Dicari Dukun

Chelin Indra Sushmita  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Proses pencarian luweng di Dusun Joho Kidul, Desa Joho, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, Selasa (16/2/2021). (Istimewa)

Solopos.com, WONOGIRI – Ada beberapa fakta menarik di balik luweng yang ditemukan di Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Salah satu mulut sumur dalam perut Bumi di Desa Joho, Pracimantoro, sempat hilang yang membuat warga panik.

Pasalnya, keberadaan luweng sangat penting untuk mencegah banjir di kawasan karst di Wonogiri. Pada prinsipnya luweng merupakan saluran pembuangan serta penampung air yang tercipta secara alami. Ketika luweng tersumbat, maka aliran air tertahan sehingga tidak bisa mengalir lancar, bahkan menggenangi kawasan sekitarnya.

Advertisement

Berikut sederet fakta menarik tentang luweng di Pracimantoro, Wonogiri:

Baca juga: Tok! Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Baki Sukoharjo Divonis Mati

Advertisement

Baca juga: Tok! Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Baki Sukoharjo Divonis Mati

Tempat Pembuangan Mayat

Luweng di Dusun Bakalan, Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, sempat menjadi lokasi pembuangan mayat pada 27 September 2018 lalu. Mayat tersebut diketahui berjenis kelamin wanita dengan identitas Novi Wahyuning Pangesti.

Advertisement

Cari Batu Akik Ketemu Luweng

Triyanto, warga Dusun Sriten, Desa Watangrejo, Pracimantoro, Wonogiri, Jawa Tengah, menemukan sebuah lorong panjang menyerupai gua saat sedang mencari batu untuk dijadikan akik pada Juni 2015 lalu.

Dikutip dari Okezone, Selasa (16/2/2021), awalnya Triyanto mengira lubang kecil berukuran 50 sentimeter yang ditemukannya merupakan sarang ular atau landak. Namun saat ditelusuri, ternyata lubang kecil itu berbentuk lorong sepanjang panjang lebih dari 100 meter. Hal yang lebih mengejutkan, lorong tersebut cukup luas.

Advertisement

Baca juga: Akhirnya! Mulut Luweng di Joho Pracimantoro Wonogiri Ditemukan

Penyebab Banjir Bandang

Banjir bandang terjadi di Desa Wonodadi, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, pada 2017. Banjir ini merupakan yang pertama terjadi di wilayah pegunungan karst tersebut. Penyebabnya adalah luweng yang berada di wilayah itu tersumbat jerami.

Advertisement

Luweng Hilang

Beberapa hari lalu mulut luweng di Desa Joho, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, dikabarkan hilang. Padahal keberadaan luweng sangat penting untuk mengantisipasi banjir bandang seperti pada 2017 lalu.

Baca juga: Hilang Misterius, Orang Pintar Dikerahkan Cari Luweng di Pracimantoro Wonogiri, Hasilnya?

Pencarian Luweng Libatkan Dukun

Mengingat fungsi luweng yang krusial, Pemerintah Kecamatan Pracimantoro melakukan pencarian luweng tersebut, bahkan sampai melibatkan dukun atau sesepuh desa setempat.

Setelah belasan hari dicari, akhirnya mulut luweng yang berlokasi di Dusun Joho Kidul, Desa Joho, Pracimantoro, itu ditemukan, pada Senin (15/2/20201) sore. Mulut luweng berdiameter 1,5 meter itu ditemukan di kedalaman 6,5 meter di belakang rumah warga.

Baca juga: Menilik Kembali Aksi Bentrok Pesilat yang Bikin Mantan Kasatreskrim Polres Wonogiri 2 Tahun Menderita 

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif