Soloraya
Senin, 3 Oktober 2016 - 15:00 WIB

Akibat Proyek Tol Soker, Jalan di Paldaplang Sragen Mirip Arena Off Road

Redaksi Solopos.com  /  Adib Muttaqin Asfar  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Sepeda motor melintas di jalan Ngrampal-Tangen, tepatnya di Paldaplang, Kebonromo, Ngrampal, Sragen, Sabtu (1/10/2016). (Ahmad Mufid Ariyono/JIBI/Solopos)

Jalan di Paldaplang, Ngrampal, arah Tangen, Sragen, hancur dan mirip arena off road. Truk tronton proyek Tol Soker dituding jadi penyebabnya.

Solopos.com, JAKARTA — Akibat dilintasi oleh ratusan truk, khususnya truk tronton dan pengangkut material bangunan selama sebulan terakhir, ruas jalan Ngrampal-Tangen, Sragen, sepanjang 1 km, hancur lebur. Kerusakan itu muncul dari pertigaan Paldaplang dekat jalan raya Solo-Sragen, hingga lokasi proyek tol Solo-Kertosono (Soker).

Advertisement

Pantauan Solopos.com di lokasi tersebut, Kerusakan tersebut membuat jalan lebih mirip arena off road. Selain dipenuhi lubang-lubang berukuran besar, jalan bergelombang, bahkan antara puncak hingga dasar lubang bisa mencapai 40 cm. Kerusakan paling parah terjadi 300 m sebelah utara pertigaan Paldaplang.

Warga RT 01 Paldaplang, Desa Kebonromo, Ngrampal, Sragen, bahkan harus berjaga di lokasi kerusakan terparah tersebut untuk mengantisipasi adanya kecelakaan. Pasalnya, jalan tersebut terus dilintasi sepeda motor dan mobil pribadi yang berimpitan di antara kendaraan-kendaraan berat yang nyaris tanpa henti.

“Pokoknya di sini terus terjadi kecelakaan. Minimal, sehari kecelakaan bisa sampai tiga kali, biasanya mobil dan motor,” kata Sunarto, warga Paldaplang yang ikut berjaga di dekat gapura RT 01, Sabtu (1/10/2016) sore.

Advertisement

Sepeda motor melintas di jalan Ngrampal-Tangen, tepatnya di Paldaplang, Kebonromo, Ngrampal, Sragen, Sabtu (1/10/2016). Jalur tersebut rusak akibat dilalui ratusan kendaraan berat setiap hari. (Ahmad Mufid Ariyono/JIBI/Solopos)

Sunarto dan sejumlah warga lainnya menyebut kerusakan jalan ini akibat kontraktor proyek tol Soker yang tidak peduli efek kendaraan-kendaraan berat tersebut. Menurutnya, kerusakan parah mulai terasa sejak sebulan lalu. Namun, yang paling parah terjadi selama sepekan terakhir yang ditambah curah hujan tinggi.

“Kami sudah minta PT Waskita [kontraktor pembangunan ruas Tol Soker yang melintasi Kebonromo] untuk bertanggung jawab. Ini gara-gara proyek tol. Dulu sudah ada yang ke sini mengukur jalan, tapi sampai sekarang tidak ada realisasinya,” tambah Sunarto yang diamini sejumlah warga lain.

Advertisement

Kini, kerusakan jalan yang merupakan jalur alternatif menuju Kabupaten Grobogan tersebut kian parah. Aspal di beberapa bagian sudah tak terlihat karena sudah hancur dan tertutup tanah liat. Kondisi itu kian parah saat hujan deras turun dan membuat jalan tersebut sangat licin.

Sabtu sore, dalam pantauan Solopos.com, belasan truk pengangkut barang ditambah deretan mobil yang melintas, sempat tersendat. Penyebabnya, sebuah truk terjebak di dalam lubang besar dan butuh waktu lama untuk bisa keluar.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif