Soloraya
Sabtu, 17 Oktober 2015 - 14:50 WIB

AKSI MASSA : Warga Jajar Protes Pemasangan Pembatas Jalan

Redaksi Solopos.com  /  Anik Sulistyawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - ilustrasi separator (JIBI/dok)

Aksi massa dilakukan warga Jajar, Laweyan, Solo yang memprotes pemasangan separator atau pembatas jalan di Jl. Prof.Soeharso. 

Solopos.com, SOLO- Warga Kelurahan Jajar di lingkungan RT 01 dan RT 02, RW IV, serta warga RT01, 02, dan RT 06 di RW III, Sabtu (17/10/2015), protes pemasangan separator atau pembatas jalan di Jl. Prof. Soeharso karena dianggap mengganggu perekonomian warga.

Advertisement

Karena separator yang saat ini masih dalam proses pemasangan telah menutupi akses jalan. Sebab letak separator tersebut berada di depan jalan masuk perkampungan. Warga harus memutar jalan, kemudian toko yang ada di sisi barat juga mengalami penurunan omzet.

“Kami sampaikan, jika nanti sore belum ada jawaban, besok [Minggu, 18/10], warga akan kerja bakti membongkar pembatas jalan yang ada di setiap mulut gang,” ujar Hendra, saat bertemu dengan Lurah Jajar, Dinas Bina Marga dan anggota DPRD Solo, Janjang di aula Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan, Solo, Sabtu.

Sementara warga yang lain, Ny. Budi menyarankan dana untuk perbaikan Jl. Prof. Soeharso lebih baik untuk perbaikan jalur lambat dari Kleco hingga RS Panti Waluyo.

Advertisement

“Karena jalur lambat kondisinya rusak, pesepeda akhirnya ke jalur cepat tapi sudah sering kecelakaan, jadi lebih baik perbaiki saja jalur lambat,” ujarnya.

Sementara Pengawas dari Bina Marga Jateng, Agung Suranto mengatakan pemasangan pembatas jalan itu untuk memisahkan jalur cepat dengan jalur lambat.

Tujuannya mengurangi risiko terjadinya kecelakaan antara kendaraan besar yang melewati jalan tersebut dengan sepeda motor. “Namun jika warga menghendaki pembatas jalan yang ada di depan jalan kampung, silahkan membuat surat usulan nanti akan kami sampaikan ke atasan,” terangnya.

Advertisement

Terpisah, Kasi Rekayasa Lalu Lintas Dishubkominfo Solo, Ari Wibowo mengatakan sebaiknya warga jangan terburu-buru membongkar pembatas jalan. Usulan itu agar dibahas dahulu. “Karena ini kan aspirasi baru, saat pemaparan dahulu belum ada usulan yang seperti ini,” ujarnya.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif