Soloraya
Selasa, 22 November 2022 - 15:01 WIB

Alasan Gunung Pegat Wonogiri Jadi Jalur Tengkorak

Tim Solopos  /  Ponco Suseno  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Satlantas Polres Wonogiri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada kecelakaan yang terjadi di area Gunung Pegat, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, Rabu (20/4/2022). (Istimewa/Satlantas Polres Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI — Kawasan Gunung Pegat di Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri dinilai menjadi salah satu jalur tengkorak. Kawasan tersebut sering terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan nyawa melayang.

Gunung Pegat Wonogiri yang dikenal sebagai jalur tengkorak merupakan gunung yang dibelah karena pembangunan jalan. Alhasil, pegunungan Ngadiroyo yang menghubungkan Wonogiri dan Pacitan itu dibelah. Itulah yang menjadi cikal bakal Gunung Pegat.

Advertisement

Sebagaimana diketahui, satu unit minibus berpelat AD 1654 BG yang berpenumpang 43 orang terperosok di Gunung Pegat, Dusun Kepuh Kulon, RT 002/RW 003, Desa Bumiharjo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, Senin (21/11/2022) malam. Sebanyak delapan penumpang diantaranya dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kepala Desa (Kades) Kulurejo, Aris Hartanto, membenarkan seluruh korban meninggal merupakan warganya. Mulanya, kata dia, rombongan warga berangkat dari Desa Kulurejo sekitar pukul 18.30 WIB, menuju Dusun Kepuh Kulon, Desa Bumiharjo, Kecamatan Nguntoronadi.

Advertisement

Kepala Desa (Kades) Kulurejo, Aris Hartanto, membenarkan seluruh korban meninggal merupakan warganya. Mulanya, kata dia, rombongan warga berangkat dari Desa Kulurejo sekitar pukul 18.30 WIB, menuju Dusun Kepuh Kulon, Desa Bumiharjo, Kecamatan Nguntoronadi.

“Mau tilikan bayi di Desa Bumiharjo naik minibus milik pribadi. Warga yang mau ditiliki sebenarnya warga Dusun Bendungan, tapi sekarang tinggalnya di sana [Bumiharjo],” ujar Aris kepada Solopos.com, Selasa (22/11/2022).

Baca Juga: Kesaksian Warga Ungkap Detik-Detik Minibus Terguling di Nguntoronadi Wonogiri

Advertisement

“Minibus berangkatnya masuk lewat gapura desa. Setelah selesai tilikan, sopir memilih jalan pintas yang langsung menuju jalan raya di selatan Gunung Pegat. Sopir sudah diingatkan sebenarnya kalau jalan itu berbahaya, karena menanjak dan licin,” terang dia.

Kecelakaan maut di jalur tengkorak Gunung Pegat Wonogiri juga pernah terjadi Rabu (20/4/2022) pukul 13.45 WIB. Satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan yang melibatkan dua mobil dan satu sepeda motor tersebut.

Kontur jalan di area Gunung Pegat dinilai cukup berbahaya. Di sisi timur jalan terdapat Gunung Pegat, sementara di sisi barat terdapat jurang, tegalan, dan hutan.

Advertisement

Baca Juga: Sopir Minibus Telah Diamankan, Kapolres Wonogiri Pimpin Olah TKP

Jalur itu terdiri atas beberapa tikungan tajam, tanjakan, dan turunan. Lebar jalan kurang lebih 6 meter. Jalan aspal tersebut terdapat beberapa lubang dan gundukan di sejumlah tempat.

Kawasan Gunung Pegat yang dikenal sebagai jalur tengkorak di Wonogiri itu juga menyimpan kisah misteri. Konon, pasangan pengantin baru yang berani ke sana harus siap menerima kesengsaraan hidup.

Advertisement

Menurut mitos yang berkembang, Gunung pegat di Desa Ngadiroyo, Nguntoronadi, Wonogiri itu dihuni makhluk halus bernama Mbah Glondor. Konon, lelembut itu tidak suka melihat pasangan yang berbahagia.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif