Soloraya
Rabu, 22 September 2021 - 14:31 WIB

Alasan Miliarder Klaten Bangun Musala: Saya Lihat Petani Salat di Bawah Pohon

Newswire  /  Ahmad Baihaqi  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Pembangunan musala di Klaten. (detik.com)

Solopos.com, KLATEN – Warga Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Sadino Nur Rohmad, membangun musala setelah menjadi miliarder karena proyek Tol Solo-Jogja. Nur membangun musala untuk memfasilitasi petani yang ingin beribadah.

Musala tersebut dibangun berada di tengah persawahan Desa Kepanjen dan Segaran, Kecamatan Delanggu. Bangunan musala yang sedang dibangun itu berada di tepi jalan, dan berukuran sekitar 4×6 meter. Nur mengaku membangun musala karena tak ada tempat beribadah yang layak di sekitar lahan tersebut.

Advertisement

Baca Juga: Bentuknya Mirip Kura-Kura, Yoni di Tengah Sawah Tol Solo-Jogja Klaten Namanya Candi Asu

“Saya bangun musala dulu, yang lain nanti belakangan. Suatu saat biar ramai, sebab saya kadang kasihan melihat para petani salat di pematang sawah,” katanya seperti dikutip dari detik.com, Rabu (22/9/2021).

Menurut pengakuan istirnya, Nur mendapatkan uang ganti rugi proyek Tol Solo-Jogja senilai Rp1,4 miliar. Uang ganti rugi itu didapat setelah dua lahan miliknya terdampak yakni rumah dan kebun pekarangan. Masing-masing nilainya adalah Rp800 juta dan Rp670 juta.

Advertisement

Nur bercerita membangun musala untuk memfasilitasi para petani atau warga yang sekadar melintas di lokasi tersebut. Menurutnya di dekat lahannya itu, ada warga yang juga terdampak tol sedang membangun rumah.

“Jadi warga yang sedang membangun rumah di sini tidak bingung mencari tempat salat, atau orang yang sedang perjalanan. Harta itu kan titipan Allah, kita jangan lupakan itu,” terang Nur.

Baca Juga: Warung Makan di Wisata Air Klaten Sudah Buka Lur.. Tapi Umbulnya Masih Tutup

Advertisement

Nur sebenarnya juga membangun rumah baru, lantaran rumah lama mereka terdampak. Namun, pembangunan rumah barunya saat ini dihentikan sementara. Dia mengaku tengah fokus menyelesaikan pembangunan musala tersebut.

“Rumah nanti dulu saja, yang penting musala selesai dulu. Toh, rumah juga sudah punya satu di Delanggu yang untuk tempat tinggal,” tambah Nur.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif