Soloraya
Kamis, 2 Maret 2023 - 17:12 WIB

Banjir di Sragen Rendam 162 Rumah, Aktivitas 6.909 Warga Terdampak

Tri Rahayu  /  Kaled Hasby Ashshidiqy  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Seorang warga berjalan menerjang genang air sedalam 60 cm di Dukuh Gabusan, Desa Tangkil, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, Kamis (2/3/2023). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 162 rumah di Kabupaten Sragen kebanjiran akibat luapan Bengawan Solo dan anak sungainya, Kamis (2/3/2023). Ada 2.070 keluarga atau 6.909 jiwa di enam kecamatan yang terdampak selain banjir juga merendam 652,6 hektare sawah.

Data tersebut diirili oleh Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen hingga pukul 14.00 WIB. Ada kemungkinan angkanya bertambah karena ada banyak data yang belum masuk.

Advertisement

Ada delapan kecamatan yang diterjang banjir. Kecamatan tersebut yakni Sragen, Sidoharjo, Masaran, Plupuh, Tanon, Sukodono, Ngrampal, dan Sambungmacan. Data yang dihimpun Pusdalops BPBD Sragen sejauh ini baru berasal dari enam kecamatan. Data dari Sukodono dan Ngrampal belum masuk.

BPBD mendirikan dapur umum untuk menyuplai kebutuhan pangan para sukarelawan di empat posko di antaranya di Desa Patihan Sidoharjo (24 orang). Selain itu posko juga didirikan di Dukuh Newung, Pandak dan Sribit di Kecamatan Sidoharjo berisi 27 orang, di Gabusan Tangkil ada 24 orang, di Balai Desa Kecik sebanyak 20 orang, serta di Balai Desa Pengkol, Tanon dengan kekuatan 20 sukarelawan.

Advertisement

BPBD mendirikan dapur umum untuk menyuplai kebutuhan pangan para sukarelawan di empat posko di antaranya di Desa Patihan Sidoharjo (24 orang). Selain itu posko juga didirikan di Dukuh Newung, Pandak dan Sribit di Kecamatan Sidoharjo berisi 27 orang, di Gabusan Tangkil ada 24 orang, di Balai Desa Kecik sebanyak 20 orang, serta di Balai Desa Pengkol, Tanon dengan kekuatan 20 sukarelawan.

Dapur umum BPBD juga membantu kebutuhan logistik bagi 6.909 jiwa yang terdampak banjir sesuai permintaan pemerintah desa setempat.

Menurut data dari Kepala Pelaksana BPBD Sragen, Agus Cahyono, banjir di Masaran menerjang Desa Pringanom, tepatnya di Dukuh Sari dengan 12 rumah tergenang air dengan ketinggian 20-30 cm. Di Kecamatan Plupuh, banjir terjadi di Desa Gedongan, terutama di wilayah Dukuh Butuh yang terdiri atas enam RT.

Advertisement

Pusdalops BPBD Sragen belum menerima data banjir dari Desa Gentan Banaran, Kecamatan Plupuh. Menurut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, ada dua SD di Desa itu yang kebanjiran.

Di wilayah Kecamatan Sidoharjo, kata Agus, dampaknya cukup parah karena ada 500 keluarga dengan 2.000 jiwa yang terdampak banjir, tepatnya di Kelurahan Patihan. Selain itu ada masjid dan jembatan yang ikut terendam serta 30 unit pertokoan ikut kebanjiran dengan ketinggian air 30-50 cm.

“Yang paling parah di Kecamatan Tanon, khususnya di Desa Kecik. Ada 14 RT di Kecik yang dihuni 1.153 keluarga atau 3.532 jiwa yang terdampak banjir. Genangan air masuk di 15 rumah milik warga. Fasilitas pendidikan, kesehatan, pertokoan, juga ikut terendam,” ujarnya.

Advertisement

Masih di Tanon, banjir juga melanda Desa Padas dengan dampak 50 rumah, satu fasilitas pendidikan, dua jembatan, tiga fasilitas umum, dan lima unit pertokoan terendam air. Warga terdampak sebanyak 75 keluarga atau 134 jiwa. Data dari Desa Gawan dan Pengkol Kecamatan Tanon belum masuk ke Pusdalops BPBD Sragen.

Banjir juga terjadi di Desa Tangkil, Kecamatan Sragen merendam 41 rumah di Dukuh Tugu dan Gabusan. Ada dua desa di Sambungmacan, yakni Cemeng dan Banaran, yang juga diterjang banjir namun tidak separa Kecamatan lain.

Berikut dampak Banjir Luapan Bengawan Solo di Sragen Update Kamis (2/3/2023) Pukul 14.00 WIB

Advertisement

Kecamatan Masaran

Kecamatan Plupuh

Kecamatan Sidoharjo

Kecamatan Tanon

Desa Kecik

Desa Padas

Kecamatan Sragen Kota

Kecamatan Sambungmacan

Desa Cemeng

Desa Banaran

Catatan:

Advertisement
Kata Kunci : Banjir Sragen Bpbd Sragen
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif