SOLOPOS.COM - Sebuah mobil sedan BMW macet saat mencoba menerobos genangan air di Jl . Dr Supomo (barat Pengadilan Negeri, Solo, Sabtu (18/6/2016) malam. Hujan deras yang menguyur koya Solo menyebabkan beberapa tempat tergenang air dan beberapa pohon tumbang. (Sunaryo HB/JIBI/Solopos)

Banjir Solo membuat kalangan legislator mendesak Pemkot mengeduk walet saluran drainase.

Solopos.com, SOLO–Kalangan legislator mendesak pembersihan sedimen di sejumlah drainase kota. Hal itu menyusul banyaknya genangan di jalan protokol saat hujan deras Sabtu (18/6/2016) lalu. DPRD siap mendukung tambahan anggaran keduk walet di APBD Perubahan 2016.

Promosi Pegadaian Resmikan Masjid Al Hikmah Pekanbaru Wujud Kepedulian Tempat Ibadah

Wakil Ketua Komisi II DPRD, Janjang Sumaryono Aji, menilai drainase mampat menjadi pemicu maraknya genangan di jalan protokol. Dia mendesak Pemkot melakukan keduk walet di titik-titik genangan. Diketahui genangan air sempat menyebar di kawasan strategis seperti di Jl. Slamet Riyadi (kawasan Sriwedari-Sami Luwes dan Purwosari), Jl. Yosodipuro (sekitar Monumen Pers), Jl. dr. Soepomo, Jl. Gajah Mada (Novotel), sekitar SPBU Manahan hingga Jl. Museum (timur Museum Radya Pustaka). Sejumlah genangan bahkan hampir setinggi lutut orang dewasa.

“Hujan-hujan deras sebelumnya biasanya tidak separah kemarin genangannya. Kami yakin ada saluran yang mampat karena tertimbun endapan,” ujarnya saat ditemui wartawan di Gedung DPRD, Senin (20/6/2016).

Menurut Janjang, upaya keduk walet mendesak agar jalur protokol tak lagi menjadi langganan genangan. Janjang meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) segera memetakan titik-titik saluran yang rawan endapan. Dia mendorong DPU jeli dalam pemeliharaan drainase sehingga langkah pembersihan sedimen berdampak optimal.

“Cari titik awal endapannya. Jangan membenahi secara parsial,” tutur legislator PDI Perjuangan tersebut.

Ketua Komisi II, Y.F. Sukasno, mengatakan pihaknya siap mendukung tambahan anggaran pemeliharaan drainase di APBD Perubahan 2016 maupun APBD 2017. Sukasno menegaskan problem drainase perlu perhatian lebih. Dia menyebut sebagian Kota Solo kini menjadi langganan genangan saat hujan deras.
“Pemeliharaan drainase secara berkala sangat penting.”

Dia mengatakan tahun ini ada proyek keduk walet yang menyasar Jl. dr. Soepomo mulai samping Pengadilan hingga SMA Muhammadiyah II. Keduk walet sekaligus rehabilitasi drainase itu menelan dana sekitar Rp800 juta. Sukasno meminta normalisasi drainase selanjutnya menyasar kawasan Monumen Pers. “Kemarin di sana sudah seperti kali (sungai),” kata dia.

Disinggung upaya pembongkaran sejumlah bangunan yang menutup drainase, dia menyebut hal itu belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. “Perlu dana besar. Mungkin tahun depan baru bisa dilakukan,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya