SOLOPOS.COM - Loso, 65, warga Dukuh Sridarto RT 001, Desa Baleharjo, Sukodono, Sragen, menerjang air setinggi satu meter di depan rumah Wasinah, 75, yang bersebelahan dengan rumahnya saat banjir menggenangi dukuh setempat, Jumat (5/2/2016) petang. (Istimewa)

Banjir Sragen terjadi di Sukodono akibat luapan Sungai Depok.

Solopos.com, SRAGEN — Lima rumah di Dukuh Sridarto RT 001, Desa Baleharjo, Kecamatan Sukodono, Sragen, diterjang banjir bandang, Jumat (5/2/2016) sore hingga malam. Ketinggian air mencapai 1,2 meter.

Promosi Jaga Jaringan, Telkom Punya Squad Khusus dan Tools Jenius

Tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Kelima rumah yang diterjang banjir itu milik Alip, 40, Loso, 65, Wasinah, 75, Parlan, 45, dan Sukiyem, 65. Hujan deras yang mengguyur Desa Baleharjo sejak pukul 13.30 WIB mengakibatkan air Sungai Depok meluap.

Arus lalu lintas di jalan utama Sukodono-Grobogan putus selama enam jam akibat banjir tersebut.

“Air masuk rumah mulai pukul 16.00 WIB dan baru surut pada pukul 22.00 WIB. Ketinggian air sampai dada orang dewasa. Sejak sore, kami sudah bersiap menyelamatkan barang-barang berharga. Termasuk hasil panen jagung sudah dimasukkan dalam beronjong bambu. Sapi saya itu hanya kelihatan kepalanya,” ujar Loso, salah satu korban banjir, saat ditemui, Sabtu (6/2/2016).

Desa Baleharjo merupakan desa di ujung utara Bumi Sukowati dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Grobogan. Sungai Depok merupakan batas wilayah antara Sukodono dan Mondokan di bagian barat. Sungai tersebut bermuara di Bengawan Solo.

Warga Dukuh Sridarto sering menjadi langganan banjir bandang karena lokasinya di dataran rendah yang berdekatan dengan Sungai Depok. “Kami sudah terbiasa dengan banjir seperti ini. Hampir setiap tahun pasti kebanjiran. Tahun 2015, lalu banyak harta yang hanyut, seperti tumpukan kayu dan barang lainnya,” tambah Sukiyem.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Heru Wahyudi, bersama belasan personel BPBD meninjau lokasi banjir bandang itu. Mereka memastikan tidak ada banjir susulan kendati intensitas hujan tinggi sepanjang Februari ini.

“Aliran Sungai Depok itu berasal dari Kebakkramat, Karanganyar. Bisa jadi air bah yang meluap di Baleharjo itu kiriman dari Karanganyar. Airan airnya memang cukup besar sehingga kapasitas sungai tak mampu menampung volume air,” kata Heru di Baleharjo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya