Soloraya
Kamis, 1 November 2012 - 23:03 WIB

Bank Jateng: Kami Diminta Nyumbang Kegiatan Tari Bukan Nasi Kotak untuk Demo

Redaksi Solopos.com  /  Rini Yustiningsih  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Foto: Dokumentasi

Foto: Dokumentasi

KARANGANYAR – Aksi demo mendukung Bupati Karanganyar, Rina Iriani dalam kasus dugaan korupsi Griya Lawu Asri (GLA), Selasa (30/10/2012) lalu, diduga disponsori Bank Jateng Karanganyar.

Advertisement

Kepala Pembantu Umum Bank Jateng Cabang Karanganyar, Bambang, membantah pihaknya turut membiayai aksi demo bela Rina Iriani. Pihaknya mengaku diminta turut menyumbang konsumsi untuk kegiatan tari di Rumah Dinas Bupati Karanganyar sepekan sebelum aksi demo.

Menurutnya, pihaknya tidak mengetahui apabila kotak konsumsi tersebut dibagi-bagikan kepada para peserta aksi unjuk rasa. Sebab, selama ini, pihaknya hanya menyumbang membiayai konsumsi pada acara-acara yang bekerja sama langsung dengan Pemkab Karanganyar.

“Kami tidak tahu jika konsumsi itu dibagikan kepada peserta demo. Karena kami hanya menyumbang konsumsi untuk kegiatan tari di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar,” tambahnya saat dihubungi wartawan, Kamis (1/11/2012).

Advertisement

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, nasi kotak yang dimakan para demonstrasn aksi unjuk rasa yang dilakukan Forum Rakyat Kabupaten Karanganyar (FMKK) Selasa lalu berlabel Bank Jateng Cabang Karanganyar. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut membagikan ribuan kotak konsumsi kepada para peserta aksi demo yang mendukung Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR.

Ketua Masyarakat Handarbeni Karanganyar (Mahaka), Kiswadi Agus, mengatakan saat peserta aksi demo berkumpul di Alun-Alun Karanganyar terdapat ribuan kotak konsumsi dengan label Bank Jateng. Selanjutnya, kotak konsumsi tersebut dibagikan kepada para peserta aksi demo yang melakukan long march ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar.

“Saya lihat sendiri ada kotak konsumsi dengan tulisan Bank Jateng yang dibagikan kepada peserta demo. Artinya, Bank Jateng diduga turut mendanai aksi demo tersebut,” katanya saat ditemui wartawan, Kamis (1/11).

Advertisement

Menurutnya, tidak selayaknya Bank Jateng ikut mendanai aksi unjuk rasa yang dilakukan FMKK. Semestinya, dana tersebut dikembangkan oleh Bank Jateng untuk meningkatkan perekonomian UMKM dan warga Karanganyar.

Dia memaklumi apabila Bank Jateng membiayai event olahraga atau kegiatan yang berada di lingkungan Pemkab Karanganyar. Namun, kenyataannya malah mengucurkan dana untuk membiayai konsumsi para peserta aksi unjuk rasa. “Ini tidak bisa dibenarkan karena membiayai aksi demo walaupun hanya menyumbang kotak konsumsi. Apalagi jumlah peserta aksi demo seribuan jadi biaya yang dikucurkan juga tidak sedikit,” jelasnya.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif