Soloraya
Sabtu, 16 April 2022 - 16:44 WIB

Begini Kronologi Laka yang Renggut Nyawa Warga Sambungmacan Sragen

Tri Rahayu  /  Kaled Hasby Ashshidiqy  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi korban kecelakaan. (active.com)

Solopos.com, SRAGEN — Kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan nenek-nenek asal Toyogo, Sambungmacan, Sragen, Tarmi, meninggal dunia pada Sabtu (16/4/2022) melibatkan Honda Scoopy dan Bus Sugeng Rahayu. Pengendara motor Honda Scoopy itu sempat berhenti di tengah jalan saat menyeberang jalan Sragen-Ngawi kemudian tertabrak bus.

Kecelakaan itu diungkapkan Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, melalui Kanit Laka Satlantas, Ipda Irwan Marviyanto, saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (16/4/2022) siang. Irwan menerangkan kronologi kecelakaan lalu lintas tersebut berawal saat Honda Scoopy yang dikemudikan Umiyati, 43, berjalan dari arah barat ke timur.

Advertisement

Saat itu Umiyati memboncengkan Tarmi, 68. Dari arah yang sama melaju bus Sugeng Rahayu yang dikemudikan A. Saputra, 50, warga Wonosobo. Posisi Honda Scoopy berada di depan di jalur sepeda motor. Menjelang kejadian pengendara Honda Scoopy menyeberang jalan ke arah selatan dengan posisi motor menghadap ke selatan.

Baca Juga: Innalillahi… Warga Sragen Meninggal Tersambar Bus Saat akan Ambil BLT

Pengendara Honda Scoopy itu sempat berhenti di tengah jalan, tepatnya di depan Kantor Pos Sambungmacan. Di saat yang sama dari arah barat melaju bus Sugeng Rahayu dengan jarak yang sudah dekat. “Sopir bus berusaha menghindar dengan membanting setir ke kiri tetapi bodi bus masih membentur motor Honda Scoopy hingga terjatuh sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

Advertisement

Akibat insiden itu, Tarmi mengalami luka parah di tubuh dan kepala. Ia akhirnya meninggal dunia saat dibawa ke RSUD dr. Soehadi Prijongeoro Sragen.

Diberitakan sebelumnya, Tarmi, 68, meninggal dunia lantaran mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan Sragen-Ngawi, Banaran, Sambungmacan, Sragen, tepatnya di depan Kantor Pos Sambungmacan, Sragen, Sebatu (16/4/2022) sekitar pukul 08.00 WIB. Nenek-nenek itu diduga disambar bus antarkota antarprovinsi (AKAP) saat hendak ke Kantor Pos Sambungmacan untuk mengambil bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng (migor).

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif