Soloraya
Jumat, 22 Mei 2020 - 15:37 WIB

Begini Rutinitas Nakes Wonogiri Saat Tangani Pasien Covid-19

Rudi Hartono  /  Ahmad Baihaqi  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi tenaga kesehatan. (Freepik)

Solopos.com, WONOGIRI - Dokter spesialis paru di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, Enny S Sardjono, bercerita tentang rutinitas tenaga kesehatan atau nakes yang menangani pasien Covid-19. Seperti saat menggunakan alat pelindung diri (APD) selama tiga jam setiap kunjungan ke pasien.

RSUD Wonogiri sendiri menjadi salah satu rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19. Mereka pun telah menyiapkan komposisi nakes untuk menangani pasien Covid-19 di rumah sakit ini.

Advertisement

Kemenag Karanganyar Imbau Salat Id di Rumah, Tak Sejalan dengan Bupati?

Perinciannya adalah 1 dokter spesialis paru (koordinator konsulen Covid-19), 4 dokter spesialis penyakit dalam, 2 dokter THT (pengambil spesimen swab tenggorok dan hidung), 1 dokter patologi klinik (pemeriksa swab), 3 dokter spesialis anak (untuk antisipasi jika ada pasien anak), serta perawat yang menyuntik pasien.

Advertisement

Perinciannya adalah 1 dokter spesialis paru (koordinator konsulen Covid-19), 4 dokter spesialis penyakit dalam, 2 dokter THT (pengambil spesimen swab tenggorok dan hidung), 1 dokter patologi klinik (pemeriksa swab), 3 dokter spesialis anak (untuk antisipasi jika ada pasien anak), serta perawat yang menyuntik pasien.

Enny sendiri adalah dokter spesialis paru yang artinya dia adalah koordinator consulen Covid-19. Dia mengatakan rutinitas nakes di RSUD Wonogiri yang menangani Covid-19 adalah dimulai dengan kunjungan dokter ke ruang isolasi sekali sehari. Jika ada keluhan pasien menyampaikan melalui WA, dokter memberi jawaban.

Pengacara Pertanyakan 7 Pelaku Pengeroyokan Kades Karangtengah Wonogiri Tak Ditahan, Ada Apa?

Advertisement

Kemudian melakukan swab hidung dan tenggorok yang sudah terjadwal. Untuk perawat, lebih sering mengunjungi pasien karena melakukan penyuntikan.

Menurun

Enny bersyukur grafik kasus Covid-19 di Wonogiri menurun. Seiring berjalannya waktu satu per satu pasien positif Covid-19 sembuh. Pada sisi lain belum ada tambahan kasus positif. PDP pun semakin berkurang.

Kendati demikian, saat ini dia gusar karena gelombang mudik masih saja terus terjadi, terlebih pemerintah sudah mengizinkan transportasi beroperasi lagi. Tidak ada jaminan para perantau yang mudik terbebas dari Covid-19. Apalagi, sebelumnya mereka bermukim di wilayah terpapar Covid-19, seperti Jakarta dan sekitarnya.

Advertisement

Beredar Kabar Sidak & Tes Covid-19 di Mal Paragon Solo, Ini Faktanya!

Bercermin pada kasus positif Covid-19 di Wonogiri, mayoritas pasien memiliki riwayat perjalanan dari wilayah terpapar Covid-19. Bahkan, ada pasien yang merupakan pemudik dari Jakarta. Kegelisahannya pun kian memuncak belakangan ini.

“Alih-alih memperketat penerapan protokol pencegahan penularan Covid-19, akhir-akhir ini malah warga sudah banyak yang keluar rumah memadati pusat perbelanjaan, pasar, mencari hiburan, dan alasan lainnya. Mereka seperti tak peduli saat ini ada wabah Covid-19. Sedih saya,” ulas Enny.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif