Soloraya
Selasa, 25 April 2023 - 17:15 WIB

Belum Pulih setelah Tersentrum, Subeki Tetap Semangat Jaga Kebersihan Solo

Wahyu Prakoso  /  Muh Khodiq Duhri  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Petugas kebersihan tenaga kerja dengan perjanjian kontrak (TKPK) Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Subeki, 54, berjalan menuju angkutan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Selasa (25/4/2023). (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO – Petugas kebersihan tenaga kerja dengan perjanjian kontrak (TKPK) Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Subeki, 54, tetap semangat menjaga kebersihan dan keindahan Kota Solo khususnya wilayah Nusukan meskipun kaki kirinya belum pulih setelah tersentrum waktu bekerja.

Subeki harus berjalan pincang sampai Selasa (25/4/2023) akibat kondisi kaki kirinya bengkak setelah tersetrum belum lama ini. Dia tersengat listrik waktu mengambil sampah pada tong sampah di salah satu kampung di Nusukan belum lama ini.

Advertisement

Ada warga yang lupa tidak mematikan aliran listrik di tenda setelah pesta perkawinan selesai. Aliran listrik itu mengalir ke tiang tempat bersandar tong sampah yang ingin diambil oleh Subeki. Beruntung dia selamat meskipun mengalami cedera.

“Yang punya dipanggil warga, dipertemukan, lalu saya diobatkan,” kata dia ketika berbincang dengan Solopos.com sambil menunggu antrean kendaraan pengangkut sampah masuk ke area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Selasa (25/4/2023).

Dia mengakui pekerjaan yang ditekuninya sejak 1998 itu banyak risiko lainnya. Seperti tong sampah yang menjadi sarang kalajengking. Sekali lengah, kata dia, tubuhnya bisa terkena racun kalajengking.

Advertisement

Petugas kebersihan TKPK Kelurahan Nusukan bertugas mengambil sampah rumah tangga di wilayah Nusukan lalu membawanya ke TPA Putri Cempo. Ada 35 petugas yang biasanya minimal dua kali ke TPA Putri Cempo dalam sehari memakai Mitsubishi Colt L300 atau gerobak motor.

“Kalau saya bisa apa saja, ambil sampah, kenek, driver,” ujarnya. Warga RW 013 Kelurahan Nusukan itu harus berangkat saban hari pukul 05.00 WIB dan pulang pukul 15.00 WIB.

Bahkan libur untuk merayakan hari kemenangan saat Lebaran 2023 tergolong tidak panjang, yakni Sabtu, Minggu, Senin. Subeki harus bergantian dengan petugas lainnya supaya jatah liburnya tak hangus.

Advertisement

“Jumat salat Idulfitri lalu saya berangkat kerja. Sabtu enggak kemana-mana hanya kumpul keluarga. Minggu bisa jalan-jalan,” paparnya.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif