Soloraya
Rabu, 1 April 2015 - 05:10 WIB

BENCANA ALAM KLATEN : Tanggul Sungai Dengkeng dan Jalur Alternatif Longsor

Redaksi Solopos.com  /  Septina Arifiani  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Warga dibantu TNI membersihkan rumpun bambu yang melintang di Sungai Dengkeng, Dukuh Ngasinan, Desa Tawangrejo, Bayat, Senin (30/3/2015). (Taufiq Sidik Prakoso /JIBI/Solopos)

Bencana alam Klaten terjadi di Sungai Dengkeng di wilayah Bayat.

Solopos.com, KLATEN – Tanggul Sungai Dengkeng wilayah Bayat longsor, Minggu (29/3/2015) malam. Bencana alam longsor talut terjadi justru setelah debit air sungai surut.

Advertisement

Tak hanya tanggul Sungai Dengkeng, bencana alam longsor juga terjadi pada talut jalan di Desa Krikilan, Klaten. Jalan itu menjadi penghubung ke Rawa Jombor, Desa Krakitan, Bayat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Espos, talut yang longsor berada di Dukuh Mardirejo, RT 003/RW 005, Desa Krikilan. Talut longsor sepanjang 20 meter. Hujan yang mengguyur Sabtu (28/3/2015) malam hingga Minggu (29/3/2015) dini hari membuat tanah di talut terkikis.

Advertisement

Berdasarkan informasi yang dihimpun Espos, talut yang longsor berada di Dukuh Mardirejo, RT 003/RW 005, Desa Krikilan. Talut longsor sepanjang 20 meter. Hujan yang mengguyur Sabtu (28/3/2015) malam hingga Minggu (29/3/2015) dini hari membuat tanah di talut terkikis.

Akibatnya, tanah yang berada di bawah jalan beton tergerus. Longsornya talut juga mendekati pekarangan rumah warga. Guna mengantisipasi korban jiwa karena longsor meluas, warga setempat memasang bambu di sekitar talut.

Sementara itu, tanggul Sungai Dengkeng di Dukuh Ngasinan, Desa Tawangrejo, longsor sepanjang 20 meter, Minggu (29/3/2015) malam. Longsoran tanggul mendekati jalan kampung di dukuh setempat.

Advertisement

Tak hanya mengikis tanah tanggul dan mengancam jalan kampung, longsor itu juga mengakibatkan rumpun bambu yang tumbuh pada bantaran ambruk. Guna mengantisipasi longsor, warga dibantu sukarelawan serta personel TNI dan Polri menyingkirkan rumpun bambu agar tak menghambat aliran air.

Kepala Desa Wiro, Agus Riyadi, juga mengatakan tanggul Sungai Dengkeng wilayahnya longsor. Tanggul longsor sepanjang 20 meter dan mengancam permukiman warga.

Sementara itu, Camat Bayat, Edy Purnomo, menjelaskan di wilayahnya terdapat 19 lokasi tanggul longsor di sepanjang Sungai Dengkeng maupun anak sungainya. Kerusakan paling parah terjadi pada tanggul di Desa Kebon lantaran tanggul longsor sudah memasuki pekarangan rumah warga.

Advertisement

Pemerintah desa serta kecamatan setempat sudah melaporkan hal itu ke BPBD Klaten agar mendapat penanganan darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Sri Winoto, menerangkan luapan air Sungai Dengkeng di belasan desa yang tersebar di enam kecamatan sudah surut. Terkait kerugian akibat banjir tersebut, BPBD masih melakukan pendataan. BPBD berencana menerapkan masa pemulihan dini pasca darurat bencana yang dimaksudkan untuk memudahkan penanganan kerusakan secara darurat.

 

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif