SOLOPOS.COM - ilustrasi

ilustrasi

BOYOLALI–Warga mengeluh subsidi bibit padi datangnya terlambat. Sehingga akhirnya tidak jadi menerima bantuan subsidi benih.

Promosi Beli Emas Bonus Mobil, Pegadaian Serahkan Reward Mobil Brio untuk Nasabah Loyal

“Sebenarnya ada subsidi benih dari pemerintah. Tapi dulu pas mau tanam padi, benihnya datangnya lama. Saya sudah terlanjur beli sendiri dan sudah saya sebar benihnya,” Pimin, 43, petani asal Desa Mudal saat ditemui Solopos.com, Senin (27/8/2012). Jadi serasa percuma walau ada bantuan subsidi benih dari pemerintah karena tidak merasakannya, ungkapnya lebih lanjut.

Sementara itu, ditemui di tempat terpisah, Kepala Seksi Padi, Purwati mengungkapkan keterlambatan tersebut kemungkinan karena stok di perusahaan rekanan penyuplai benih stoknya kosong.

“Mang kalau di lapangan ada beberapa kendala, kadang benihnya sudah datang tapi lahannya belum siap, kadang lahannya sudah siap tanam tapi benihnya belum datang,” ungkapnya. Mengenai permasalahan keterlambatan di Desa Mudal, Purwati menuturkan, terjadi kesalahan alamat. Benih padi yang seharusnya untuk kelompok Lumintu Dua diberikan kepada Lumintu Satu, sehingga petani kelompok tani Lumintu Dua harus mengambil sendiri ke kelompok tani Lumintu Satu.

Menurutnya walaupun pada musim tanam dimana seharusnya petani mendapat jatah benih tapi belum menerima, nantinya petani tersebut akan mendapat ganti pada musim tanam selanjutnya. Lebih lanjut, Purwati menuturkan Dinas Pertanian bekerjasama dengan Sanghyangsri dan Pertani dalam pengadaan benih padi. Kebanyakan benih padi yang paling dicari petani adalah Situbagendit. Namun ada juga yang mengajukan bantuan benih lain seperti Ciherang, Impari satu, dan Impari 13.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya