Soloraya
Selasa, 7 September 2021 - 03:50 WIB

Bikin Pestisida Alami, Petani Klaten Hemat Jutaan Rupiah

Taufiq Sidik Prakoso  /  Abu Nadhif  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Petani Desa Kecemen, Kecamatan Manisrenggo menunjukkan instalasi alat untuk pembuatan asap cair yang difungsikan sebagai pestisida alami, Senin (6/9/2021). (Taufik Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN–Petani di Desa Kecemen, Kecamatan Manisrenggo, Klaten mengembangkan teknologi asap cair sebagai pestisida alami yang ramah lingkungan. Salah satu keuntungan penggunaan asap cair yakni menghemat pengeluaran.

Pengembangan teknologi asap cair itu dilakukan Kelompok Tani Karya Makmur Desa Kecemen. Mereka mempraktikkan ilmu yang diperoleh dari hasil pelatihan budi daya jagung di Magelang beberapa waktu lalu.

Advertisement

“Pernah sekolah di Magelang ikut pelatihan yang tujuannya meningkatkan budi daya hasil tani. Di sana dapat pengalaman untuk mengembangkan pestisida supaya ringan biayanya dan mudah terjangkau,” salah satu anggota Kelompok Tani Karya Makmur, Kasimin, saat ditemui di rumahnya, Senin (6/9/2021).

Tempurung Kelapa

Proses pembuatan pestisida alami itu diawali dengan membakar bahan baku seperti tempurung kelapa, sekam padi, serta bubuk gergaji dalam wadah tertutup.

Advertisement

Tempurung Kelapa

Proses pembuatan pestisida alami itu diawali dengan membakar bahan baku seperti tempurung kelapa, sekam padi, serta bubuk gergaji dalam wadah tertutup.

Asap hasil pembakaran disalurkan pada pipa yang direndam dalam air. Asap yang dihasilkan mengalami proses kondensasi hingga menjadi bentuk cair.

Saat ini Kelompok Tani Karya Makmur baru mengembangkan alat tersebut. Untuk membuat satu unit alat tersebut, modal yang dikeluarkan sekitar Rp1,5 juta.

Advertisement

Kasimin berharap dari pengembangan itu bisa menghemat pengeluaran untuk merawat tanaman seperti komoditas hortikultura yang saat ini ditanam para petani di Kecemen.

Baca Juga: Saking Besarnya, Bulus di Dekat Saluran Air Kuno Trucuk Klaten Sempat Dikira Bantal 

Biasanya, petani mengeluarkan biaya sekitar Rp2 juta untuk membeli obat-obatan tanaman produksi pabrikan untuk luas tanam seperempat hektare (ha).

Advertisement

Koordinator Penyuluh Kecamatan Manisrenggo, Sabiti Rohman, mengatakan pestisida hasil pengembangan itu bakal digunakan untuk pengendalian hama di wilayah Kelompok Tani Karya Makmur Kecemen. Total luas lahan pertanian anggota kelompok itu sekitar 25 ha.

Sabiti menjelaskan pestisida alami dari asap cair itu bersifat untuk pengendalian hama terutama serangga. “Ketika disemprotkan pada tanaman, serangga tidak mau mendekat,” kata Sabiti.

Baca Juga: Ajaib! Ikan Toman di Trucuk Klaten Ditemukan Mati, Tiba-Tiba Hidup Lagi 

Advertisement

Pestisida tersebut diaplikasikan pada jenis tanaman pangan serta hortikultura. Penggunaan pestisida itu dipastikan aman terhadap tanaman. Apalagi bahan yang digunakan untuk proses produksi berasal dari bahan alami.

Belum banyak petani terutama di wilayah Klaten yang mengaplikasikan pestisida dari teknologi asap cair tersebut. Salah satu yang saat ini memproduksi pestisida asap cair itu seperti di Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Delanggu.

 

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif