Soloraya
Kamis, 8 Juli 2021 - 13:01 WIB

BOR Bed Isolasi dan ICU di Solo Capai 95%, RSDM dan RSBK Tambah Kapasitas

Mariyana Ricky P.d  /  Anik Sulistyawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Tenda darurat BNPB di halaman RSUD dr Moewardi Solo, Jumat (25/6/2021). (istimewa)

Solopos.com, SOLO—Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) bed isolasi maupun ICU Covid-19 di 16 rumah sakit (RS) di Kota Solo mencapai 95% dari total kapasitas 1.063 tempat tidur.

Jumlah itu jauh dari kapasitas sebelumnya yang hanya 900-an. Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan RS terus menambah kapasitas, agar bisa melayani pasien rujukan.

Advertisement

Namun hal tersebut tak bisa dilakukan dengan cepat karena konversi atau mengubah ruang perawatan biasa menjadi ruang perawatan khusus memerlukan banyak energi.

Baca Juga: Minta Oksigen Ke PT Samator Untuk Proyek GOR Indoor Manahan Solo, Begini Penjelasan Gibran

Tak hanya penambahan tempat tidur pasien saja, tetapi penambahan alat kesehatan, dan lainnya. “Jadi perlu diperhitungkan dengan matang. Saya pikir semangatnya kawan-kawan rumah sakit itu luar biasa, tapi kalau masyarakatnya tidak patuh dan kasus terus meningkat, ya, akan kewalahan. Pesan kepada masyarakat jika tidak penting sekali tidak perlu dirawat di rumah sakit, bisa telemedicine,” kata dia, kepada wartawan, Rabu (7/7/2021) siang.

Advertisement

Peningkatan kapasitas dilakukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi Solo. Dari sebelumnya 320 dinaikkan menjadi 400, kemudian ditambah lagi 20 tempat tidur sehingga totalnya 420. Direktur RSDM Solo, Cahyono Hadi, mengatakan pasien keluar masuk ruang isolasi, namun tetap masih banyak yang mengantri.

“Kesulitan kami adalah saat pasien datang tanpa rujukan. Inilah yang membikin tenda di Instalasi Gawat Darurat (IGD) penuh. Kamar 400 itu sudah hampir penuh, nah, 20 kamar masih proses penyiapan,” kata dia, dihubungi terpisah.

Baca Juga: Profil Dokter Tirta, Ternyata Asli Wong Solo Hlo

Advertisement

Tenda Darurat Tak Pernah Sepi

Antrean pasien di IGD diakuinya terus menerus, sehingga tenda darurat tampak tak pernah sepi. Mereka datang, menjalani screening, kemudian masuk ruang isolasi, selang berapa jam kemudian datang pasien baru lagi.

Sementara itu, rekrutmen sukarelawan penanganan Covid-19 di RSUD Bung Karno (RSBK) sudah hampir rampung. Wawancara online dirampungkan Rabu ini, kemudian, pembekalan dan pemeriksaan rapid antigen dilakukan 9-10 Juli.

Direktur RSBK Solo, Wahyu Indianto, mengatakan seratusan sukarelawan itu bakal mulai bekerja paling cepat pekan depan.

“Mereka akan bekerja untuk peningkatan kapasitas ruang isolasi, sebanyak 40-50 unit di lantai VI. Satu lantai penuh untuk Covid-19. Saat ini, pasien Corona dirawat di lantai IV. Mereka statusnya pegawai tidak tetap dengan masa kerja tergantung kondisi Covid-19,” kata dia, Rabu.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif