Soloraya
Kamis, 30 Mei 2024 - 17:50 WIB

Branding Solo Jadi Kota Olahraga, Gibran Usul 5 Pembangunan ke Pemprov Jateng

Wahyu Prakoso  /  Ahmad Mufid Aryono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. (Istimewa/Dokumentasi Pemkot Solo)

Solopos.com, SOLO–Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyampaikan lima usulan pembangunan kepada Pemprov Jawa Tengah. Salah satu tujuan Gibran untuk memperkuat branding Solo sebagai kota olahraga.

Usulan Gibran itu disampaikan melalui Rembuk Pembangunan Jawa Tengah 2024 di Taman Balekambang, Solo, Kamis (30/5/2024). Hadir dalam Rembuk Pembangunan Jawa Tengah Pj Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Nana Sudjana dan perwakilan 12 kota/kabupaten.

Advertisement

Total usulan pembangunan mencapai Rp92.213.058.790, masing-masing renovasi Stadion Velodrome Manahan, peningkatan kualitas rumah tidak layak huni.

Kemudian pengadaan dan pemasangan fasilitas dan perlengkapan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan (KLLAJ) lampu penerangan jalan umum (LPJU) Flyover Purwosari.

Perkuatan tebing sungai Jl Samanhudi dan Kampung Todipan, dan pembangunan fasilitas parkir eks Pasar Kabangan untuk mendukung Kampung Wisata Batik Laweyan.

Advertisement

Gibran menjelaskan Kota Solo dipercaya menjadi tuan rumah event olahraga, salah satunya telah terpilih menjadi Solo jadi Venue Piala AFF U-16. Butuh upaya penguatan branding Solo sebagai kota olahraga.

“Di kompleks Manahan perlu sentuhan, atensi dari Provinsi, yakni velodrome yang belum pernah direvitalisasi sejak zaman Pak Harto [Presiden Soeharto),” ujar Gibran

Menurut Gibran, Solo kerap menjadi tuan rumah dan menerima dampak positif dari kompetisi internasional. Revitalisasi velodrome bisa memperkuat branding Solo sebagai kota olahraga.

Advertisement

Selain itu, kata Gibran, Pemkot Solo gencar mengurangi angka stunting yang tidak hanya menyasar ibu hamil dan anak-anak. Namun menyasar perumahan sebagai faktor tidak langsung risiko stunting, salah satunya memperbaiki rumah RTLH.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Jateng Djarwanto Dwiatmoko menjelaskan velodrome bisa menjadi prioritas pembangunan karena memiliki dampak positif untuk perekonomian.

“Infrastruktur jalan termasuk tapi kalau perbaikan rumah belakangan,” ungkap dia. Dia mengatakan anggaran yang tersedia dari Pemprov Jateng terbatas.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif