Soloraya
Sabtu, 16 Februari 2013 - 10:55 WIB

BSPS 2012: Bupati Sukoharjo Tegaskan Tak Ada Potongan

Redaksi Solopos.com  /  Ahmad Mufid Aryono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya (JIBI/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha)

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya (JIBI/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha)

SUKOHARJO — Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, menegaskan bahwa tidak ada potongan untuk Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2012. Bila ada sejumlah pihak yang memotong dana bantuan itu, Wardoyo meminta kepada warga penerima bantuan untuk melaporkan hal itu ke kepolisian.

Advertisement

Hal itu ditegaskan Bupati saat menyalurkan BSPS kepada 166 kepala keluarga di pendapa kantor Kecamatan Mojolaban, Jumat (17/2/2013).

“Tidak ada potongan untuk biaya apa pun. Kalau pun mengeluarkan uang, itu hanya pembelian materai. Kalau sampai ada potongan sekecil apa pun, silakan langsung laporkan ke polsek karena itu sudah termasuk tindak pidana,” tegas Wardoyo di hadapan ratusan warga.

Ia mengatakan saat ini sudah tidak zamannya lagi ada bantuan dari pemerintah pusat, lalu dipotong oleh oknum tertentu untuk sejumlah dalih, seperti urusan administrasi atau pencairan dana bantuan. BSPS itu, kata dia, merupakan bantuan dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera).

Advertisement

Mantan Ketua DPRD Sukoharjo itu mengatakan, dulu pernah ada bantuan traktor bagi petani di Mojolaban. Namun oleh oknum tertentu bantuan itu diklaim sebagai bantuan dari oknum tersebut. “Jangan lagi ada klaim-klaim seperti itu,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Wardoyo menyalurkan BSPS kepada 166 kepala keluarga yang tinggal di delapan desa di Kecamatan Mojolaban. Beberapa warga desa yang mendapatkan bantuan itu yakni warga Desa Joho (25 unit), Plumbon (14 unit), Klumprit (27 unit), Kragilan (22 unit), Laban (26 unit), Bekonang (12 unit), Demakan (14 unit), Sapen (10 unit) dan Jatisobo (13 unit). Masing-masing warga mendapatkan bantuan Rp6 juta.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sukoharjo, Ahmad Hufroni, mengatakan bantuan itu dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama akan diberikan sebanyak Rp3 juta. Begitu sudah ada realisasi rumahnya, maka ke depan penerima akan diberikan bantuan lagi Rp3 juta. Bantuan itu diberikan kepada warga yang penghasilannya per bulan kurang dari RP1.250.000.

Advertisement

Selain itu, imbuh Hufroni, bantuan akan diberikan melalui rekening BRI. Bahan material yang akan dipakai untuk membangun rumah juga bisa dibeli di toko bangunan yang sudah ditunjuk. “Bantuan itu harus digunakan secukupnya untuk membeli bahan bangunan. Sedangkan untuk tenaga pembangunan dibantu tetangga,” paparnya.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif