SOLOPOS.COM - Ratusan orang mengikuti upacara bendera untuk memperingati Hari Santri Nasional (HSN) di halamam Gedung MWC NU Mondokan, Sragen, Sabtu (22/10/2022). (Istimewa/Agus Endarto)

Solopos.com, SRAGEN — Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada Sabtu (22/10/2022) diperingati oleh para santri di Kecamatan Mondokan, Sragen, dengan melaksanakan upacara bendera. Acara puncaknya akan digelar besok Minggu (23/10/2022) dengan menggelar kirab 800 bendera merah putih di Mondokan.

Mondokan dikenal sebagai salah satu pusat santri di Bumi Sukowati. Pasalnya di kecamatan yang memiliki sembilan desa ini terdapat 10 pondok pesantren yang jumlah santrinya total mencapai ribuan orang.

Promosi Strategi Telkom Jaga Jaringan Demi Layanan Telekomunikasi Prima

Upacara bendera tadi pagi digelar di halaman Gedung Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Mondokan. Ada sekitar 500 orang dari unsur NU, badan otonom, santri, dan perwakilan lembaga pendidikan formal yang mengikuti upacara tersebut.

Ketua Tanfidiyah MWC NU Mondokan, Muhammad Muslim, mengungkapkan peringatan HSN kali ini dilakukan secara sederhana. Selain upacara, rangkaian peringatan HSN akan berlanjut dengan kirab santri dengan membawa 800 bendera merah putih pada Minggu. Direncanakan ada sekitar 1.000-an santri yang akan mengikuti kirab.

Baca Juga: Kirab Hari Santri, Bendera Merah Putih Sepanjang 1 Kilometer Diarak di Boyolali

“Di Mondokan itu ada 10 pondok pesantren yang menyebar di sembilan desa. Setiap desa ada ponpes dengan jumlah santri terbanyak sampai 500 orang per ponpes,” ujar Muhammad yang diamini Ketua Forum Komunikasi Madrasah Diniyah Takmiliyah Mondokan, Ibnu Hamdun.

Ibnu menambahkan, selain santri berbasis ponpes, di Mondokan juga banyak santri madrasah diniyah (madin) dan Taman Pendidikan Quran (TPQ). Sedikitnya ada 27 madrasah dan 48 TPQ. “Kalau satu kabupaten santri TPQ ada 4.000-an orang dan santri madin ada 3.200-an orang,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Rois Syuriyah MWC NU Sragen, KH Zaini Dahlan, menekankan pada peringatan HSN ini lebih pada pemberdayaan umat dengan pengembangan ekonomi dan pendidikan. Baik formal maupun non formal.

Baca Juga: Ratusan Santri di Jombang Ikuti Upacara Peringatan Hari Santri Nasional

Agar bisa mengembangkan ekonomi dan pendidikan, menurut Zaini, kuncinya pada pengurus.  Pengurus harus kaya dulu karena hal itu merupakan wejangan para kiai.

“Peringatan HSN ini sebenarnya mengingatkan kembali tentang sejarah santri dalam perjuangan lewat gerakan Revolusi Jihad, yakni bangkitnya santri dalam melawan penjajah,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya