SOLOPOS.COM - Muchtar Harjo Taruno, 74, menerima uang ganti rugi (UGR) jalan tol Solo-Jogja di Desa Ngawen, Kecamatan Ngawen, Klaten, Senin (10/1/2022). Total UGR yang diperoleh Muchtar Harjo Taruno senilai Rp7,5 miliar. (Solopos.com/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN—Seorang pengusaha percetakan asal Kelurahan Gergunung, Kecamatan Klaten Utara, Muchtar Harjo Taruno, 74, memperoleh uang ganti rugi (UGR) jalan tol Solo-Jogja senilai Rp7,5 miliar, Senin (10/1/2022). Ini karena lahan sebanyak lima bidang milik Muchtar Harjo Taruno di Desa Ngawen, Kecamatan Ngawen, tergilas jalan tol Solo-Jogja.

Muchtar Harjo Taruno mengatakan UGR yang baru saja diterimanya akan digunakan untuk membeli tanah kembali. Di samping itu, akan digunakan untuk mendukung usaha percetakannya yang sudah memiliki kurang lebih 50 karyawan.

Promosi Pegadaian Buka Lowongan Pekerjaan Khusus IT, Cek Kualifikasinya

“UGR yang saya terima sebagian akan dibelikan tanah. Tanah itu tidak ada nilai turunnya. Beli tanah itu biasanya untung lumayan. Misalkan tanah yang dulunya harga Rp25 juta per patok [sawah], sekarang ini bisa dijual senilai Rp3 miliar,” katanya saat ditemui wartawan di Balai Desa Ngawen, Kecamatan Ngawen, Senin (10/1/2022).

Baca Juga: Tekan Lakalantas, Polres Wonogiri Galakkan Sosialisasi hingga ke Desa

Muchtar Harjo Taruno mengaku hobi berinvestasi tanah dan perkarangan. Hal itu sudah dilakukan Muchtar Harjo Taruno sejak 1990. Baginya, harga tanah dipastikan akan terus naik dari tahun ke tahun.

Berawal dari keyakinannya tersebut, Muchtar Harjo Taruno lebih sering membelanjakan uangnya untuk dibelikan tanah. Dalam memilih tanah, Muchtar Harjo Taruno tidak asal-asalan. Sering kali, Muchtar Harjo Taruno menggunakan insting atau feeling saat membeli tanah. Kriteria tanah yang sering dibeli, yakni tanah yang berada di pinggir jalan utama.

“Lahan saya di Desa Ngawen yang terdampak jalan tol Solo-Jogja sebanyak lima bidang atau satu hektare [sawah dan perkarangan]. Nilai UGR kurang lebih Rp7,5 miliar. Saya ini memang suka berinvestasi tanah sejak 1990. Yang terpenting dalam membeli tanah itu, lebar mukanya harus 20 meter dan berada di pinggir jalan. Kalau sudah seperti itu, feeling saya pasti laku ke depannya. Tanah di Desa Ngawen ini saya beli sekitar enam tahun lalu,” kata Muchtar Harjo Taruno, saat ditemui wartawan di Balai Desa Ngawen, Kecamatan Ngawen, Senin (10/1/2022).

Baca Juga: Sepeda Motor Dominasi Kecelakaan Lalu Lintas di Wonogiri pada 2021

Sebagaimana diketahui, luas tanah di Klaten yang terdampak jalan tol Solo-Jogja berkisar 4.071 bidang atau 3.728.114 meter persegi. Luas tersebut tersebar di 50 desa di 11 kecamatan. Masing-masing kecamatan yang akan dilintasi jalan tol, seperti Polanharjo, Delanggu, Ceper, Karanganom, Ngawen, Karangnongko, Klaten Utara, Kebonarum, Jogonalan, Manisrenggo, dan Prambanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya