Soloraya
Jumat, 21 Desember 2012 - 04:03 WIB

Data Penerima Jamkesmas Amburadul

Redaksi Solopos.com  /  Ahmad Mufid Aryono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLO — Data penerima Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) di Kecamatan Pasar Kliwon amburadul. Pasalnya banyak warga miskin yang justru tidak memperoleh kartu tersebut dan sebaliknya.

Ketua RT 002/RW 015, Semanggi, Pasar Kliwon, Rudi Sutopo, menyatakan bingung dengan perbedaan data penerima jamkesmas bagi warganya. Rudi menjelaskan tahun ini sudah ada pengalihan atau pembaruan data mengenai warga yang layak mendapat kartu jamkesmas.

Advertisement

“Dari pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Solo meminta saya untuk mendampingi terjun ke lapangan guna mendata kembali warga. Karena ketua RT dianggap tahu persis kondisi warganya. Setelah kartu jamkesmas turun, kok data yang kemarin tidak pakai. Ini benar-benar amburadul, mengapa data dari Badan Pusat Statistik (BPS) sama sekali tidak sesuai dengan fakta di lapangan,” tegas Rudi saat berbincang dengan Solopos.com di rumahnya, Kamis (20/12/2012).

Rudi mengaku sangat kecewa atas kinerja BPS dalam mendata warganya. Dia bahkan belum berani membagikan kartu jamkesmas kepada warga dengan alasan bingung jika diprotes warga.

“Saat saya melakukan pendampingan dalam mendata, warga sudah mengisi blangko pertanda akan menerima kartu jamkesmas. Nah, sekarang yang terjadi malah kebalikannya. Padahal warga sudah berharap dapat kartu jamkesmas. Saya enggak tahu, apa acuannya. Kok datanya beda,” papar Rudi.

Advertisement

Rudi menjelaskan dalam pendataan tersebut, dirinya memrioritaskan janda dan warga yang secara ekonomi tidak mampu.

Ditemui terpisah, warga Semanggi RT 002/RW 015, yang semestinya terdaftar penerima jamkesmas, Sutiyem, 67, berharap penuh agar menerima kartu jamkesmas.

“Kepingine pikantuk kartu jamkesmas, namung kenyataane mboten angsal,” papar Sutiyem yang juga seorang janda ini.

Advertisement

Dengan kenyataan tersebut, Sutiyem mengaku kecewa. Dia tidak tahu bagaimana mendapatkan sumber pembiyaan berobat.
“Enggak tahu saya bergantung sama siapa. Anak saya sudah bekerja, tapi ya ngepas untuk makan sehari-hari,” terang Sutiyem.

Amburadulnya pembagian kartu jamkesmas terjadi hampir merata di sejumlah RT di Kecamatan Pasar Kliwon. Ketua RT 005/RW 011, Sangkrah, Murdo Saronto, mengaku bingung dengan perbedaan data yang sudah disurvei dengan data yang diterima dari puskesmas.

“Gimana mau mbagi kalau datanya saja tidak cocok dengan survei sebelumnya. Ini pasti akan menimbulkan masalah di belakang hari,” jelas Murdo.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif