Soloraya
Sabtu, 30 Maret 2019 - 02:00 WIB

Dinas Perdagangan Solo Undi Lapak PKL Kota Barat Solo

Redaksi Solopos.com  /  Ahmad Mufid Aryono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, SOLO—Dinas Perdagangan (Disdag) Solo mengundi lapak 43 pedagang kaki lima (PKL) di Lapangan Kota Barat, Kamis (28/3/2019). Pengundian nomor tersebut untuk memetakan pembagian posisi lapak yang nantinya digunakan oleh para PKL Kota Barat.

Kabid PKL Disdag Solo Didik Anggono mengatakan pengundian merupakan bagian dari proses penataan PKL Kota Barat. Disdag Solo mengundang 43 pedagang mengambil nomor lapak sesuai dengan penataan kawasan yang dilakukan Pemkot.  

Advertisement

“Sebelumnya kami sudah mengundang dua kali 49 PKL. Tapi yang datang hanya 43 PKL. Sisa dari yang tidak datang kami coret atau di-cancel, karena kami menganggap mereka tidak memiliki komitmen untuk berdagang di Kota Barat. Kami mengundi untuk tempat-tempat berjualan bapak ibu pedagang ini nanti,” jelas Didik saat ditemui Solopos.com, di lokasi pengundian Kamis (28/3/2019).

Didik mengungkapkan nantinya setiap pedagang mendapatkan luas lokasi seluas 3 meter x 3 meter. Selain itu, sistem lapak yang digunakan adalah bongkar pasang menggunakan tenda yang sudah disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Sehingga, kawasan tersebut pada saat tidak digunakan berdagang dapat difungsikan untuk kegiatan lainnya.

“Jadi nanti akan kami sediakan tenda untuk para PKL berdagang. Mereka kan jualannya malam hari. Jadi pada saat siang hari, dapat digunakan untuk drop zone sekolah dan parkiran. Multifungsi nanti jadinya kawasan ini. Kalau malam untuk berdagang dan parkir,” papar dia.

Advertisement

Salah satu PKL yang mengikuti undian tempat, Bagus Ulin, 30, mengatakan tetap menurut dengan kebijakan yang sudah dilakukan oleh Pemkot Solo. Meskipun begitu, dia mengaku belum memiliki gambaran terhadap potensi lahan yang sudah ditentukan Pemkot Solo untuk PKL Kota Barat. Namun, dia optimistis meskipun berpindah tempat akan bisa ramai.

“Sebenarnya bagus juga ketika PKL disatukan dan diorganisasi dalam satu tempat. Bisa menjadi trade mark untuk menarik pelanggan. Tapi ini kan kawasannya belum selesai ditata. Jadi, saya pribadi belum memiliki gambaran nanti akan bagaimana,” jelas dia.

Advertisement

Advertisement
Kata Kunci :
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif