Soloraya
Rabu, 15 Juni 2011 - 14:33 WIB

Ditemukan mati, harimau koleksi TSTJ akan diawetkan

Redaksi Solopos.com  /  Tutut Indrawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - ilustrasi (wartakota)

ilustrasi (wartakota)

Advertisement

Solo (Solopos.com)–Seekor Harimau Sumatra koleksi Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, Senin (13/5/2011) lalu, ditemukan mati setelah mengidap penyakit radang gusi selama setengah tahun. Rencananya, harimau yang berusia 19 tahun lebih empat bulan itu akan diawetkan.

Direktur Operasional TSTJ, Windu Winarso saat ditemui wartawan, Rabu (15/6/2011), mengatakan Lisa, nama harimau itu, sudah menunjukkan tanda-tanda kurang sehat sejak 27 Desember 2011 lalu. Hal itu terlihat dari mulutnya yang mengeluarkan darah. “Ternyata Lisa mengalami radang gusi dan pengeroposan gigi. Saat itu Lisa masih mau makan. Namun sejak awal Juni kemarin, makannya ogah-ogahan. Akhirnya kami putuskan untuk mengarantina harimau tersebut,” terangnya.

Dalam masa karantina, imbuhnya, Lisa harus makan dan minum obat melalui infus. “Sayangnya Lisa hanya bertahan empat hari karena radang gusinya terlalu parah. Saat diotopsi, gusinya telah hancur. Sementara taring sebelah kirinya tanggal.” Dipaparkan Windu, harimau sumbangan dari Gembira Loka, Jogja, ini akan diawetkan pihak pengelola. Hal tersebut mengingat Harimau Sumatra ialah jenis harimau yang dilindungi. “Jadi sayang kalau dikubur. Ini sedang dalam proses pengawetan,” katanya.

Advertisement

(m99)

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif