Soloraya
Kamis, 10 Oktober 2013 - 11:59 WIB

DUGAAN PERSELINGKUHAN : Pengusaha Hardono Dilaporkan ke Polisi

Redaksi Solopos.com  /  Anik Sulistyawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Hardono (JIBI/dok)

Solopos.com, SOLO—Mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Solo, Hardono, dilaporkan ke Polresta Solo, Rabu (9/10/2013). Hardono dituduh menelantarkan anak perempuan berusia empat bulan hasil hubungannya dengan seorang pengurus salah satu partai, Ni, 34.

Janda asal Tegalsari, Bumi, Laweyan, Solo itu mengaku anak yang dilahirkannya itu merupakan keturunan biologis dari Hardono  yang beberapa kali menyetubuhinya, Oktober 2012 lalu.

Advertisement

Informasi yang dihimpun Espos, laporan Ni di Polresta terdaftar bernomor STDP/86/X/2013/Reskrim. Saat melapor, Ni didampingi pengacaranya, Heru S. Notonegoro. Ni melaporkan Hardono mengacu pada Pasal 56 UU No. 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia (UU HAM) dan Pasal 77 UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak (UUPA).

Selain dituduh menelantarkan anak hasil hubungan tidak resminya dengan Ni, Hardono juga dituntut mengurus bayi perempuan itu demi keberlangsungan hidupnya. Heru saat ditemui wartawan seusai melapor mengungkapkan, laporan itu diajukan karena Ni ingin menuntut pertanggungjawaban Ketua Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu (BKPP) Golkar Solo itu atas kelahiran anak keempatnya tersebut. Ia mengklaim, bayi perempuan itu adalah anak biologis Hardono.

Ni, kata Heru, menjalin hubungan tidak resmi dengan Hardono sejak 2012, hingga mereka berhubungan intim. Ni pun akhirnya hamil dan melahirkan anak perempuan pada 9 Juni 2013. “Lelaki yang beralamat di Jl. M.T. Haryono No. 9, Manahan itu [Hardono], semula berjanji akan menikahi Ni secara siri. Tapi hingga kini janji itu tak pernah terealisasi. Bahkan, ia malah meminta klien saya menggugurkan kandungan Ni. Tapi, klien saya tak mau,” ulas Heru mendampingi Ni.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif