Soloraya
Selasa, 17 Mei 2022 - 15:09 WIB

Evaluasi CFD Perdana, Wali Kota Solo Gibran Soroti Rokok & Zonasi PKL

Wahyu Prakoso  /  Sri Sumi Handayani  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Suasana pembukaan perdana CFD di Jl Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah, setelah libur panjang akibat pandemi Covid-19, Minggu (15/5/2022). (Solopos.com/Afifa Enggar Wulandari)

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota atau Pemkot Solo bakal lebih tegas menerapkan aturan protokol kesehatan serta larangan merokok selama kegiatan Car Free Day (CFD).

Salah satu strateginya Pemkot Solo bakal menambah petugas gabungan yang bersiaga selama pelaksanaan CFD.

Advertisement

Hal itu disampaikan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, saat ditemui wartawan di Balai Kota Solo, Selasa (17/5/2022). Gibran menyampaikan sejumlah catatan evaluasi uji coba CFD perdana pada Minggu (15/5/2022).

“Masalah rokok dan masker masih bermasalah. Besok lebih ditegasi lagi. Rokok terutama,” kata dia.

Advertisement

“Masalah rokok dan masker masih bermasalah. Besok lebih ditegasi lagi. Rokok terutama,” kata dia.

Wali Kota Solo mengatakan petugas Satpol PP Solo bakal berkeliling selama CFD untuk melakukan pengawasan. Bahkan, dia menyebut sebanyak 100 petugas gabungan yang bersiaga saat CFD dinilai masih kurang.

Baca Juga : Dibuka Lagi, CFD Solo Diperpanjang hingga Depan Balai Kota Solo

Advertisement

Selain rokok, lanjut Gibran, banyak pedagang kaki lima (PKL) di luar paguyuban belum paham zonasi. Dampaknya, zona Benteng Vastenburg dan halaman Galabo masih sepi.

“Luberan itu saya akan masukkan ke sana [menata PKL tak dapat tempat ke Vastenburg dan Galabo],” ungkapnya.

Dia mengatakan kantong-kantong khusus di luar city walk lebih sepi karena merupakan hal baru. Namun, dia menyebut zonasi baru itu membutuhkan pembiasaan supaya PKL lebih banyak transaksi saat CFD berikutnya.

Advertisement

Baca Juga : Cerita Pedagang Sambut CFD Solo Perdana: Buka Lapak Sejak Subuh

Selain masalah zonasi, sejumlah PKL makanan masih ada yang nekat menggelar tikar di taman dan melakukan aktivitas mencuci piring di lokasi.

Sama halnya dengan PKL fesyen di CFD Solo. Masih ada PKL fesyen yang menggantungkan pakaian di pohon.

Advertisement

“Zonasi tetap saja [tak ada perubahan]. Sudah mencukupi semua kalau pun ada tambahan pedagang. Hari ini ada evaluasi dari Disdag Solo, Dishub, dan Satpol PP. Besok ditengok lagi supaya lebih baik. Loji Gandrung akan kami berikan gamelan,” tutur Gibran.

Petugas parkir saat CFD tak luput dari evaluasi. Gibran mencatat masih ada sejumlah petugas parkir tak memakai seragam.

Baca Juga : Diserbu Pengunjung Saat Tinjau CFD, Wali Kota Solo Gibran Santai

Selain itu beberapa kantong parkir masuk ke permukiman warga. Dia menyebut akan menambah juru parkir resmi.

Perihal larangan merokok selama CFD juga mengemuka dari salah seorang warga. Dia memberikan masukan saat evaluasi CFD melalui unit layanan aduan masyarakat (ULAS).

Warga tersebut menyampaikan pada Minggu (15/5/2022). Pelapor mengapresiasi Pemkot Solo dan senang bisa beraktivitas kembali di CFD.

Namun, dia memberikan saran supaya CFD dan Night Market Ngarsapura menjadi kawasan dilarang merokok, seperti kawasan Malioboro Jogja. “Karna di ruang tersebut banyak anak-anak dan balita yang ikut serta mengunjungi CFD,” tulisnya.

Baca Juga : Unik Lur, Pemain Egrang Raksasa Ikut Jalan-Jalan Di Keramaian CFD Solo

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif