Soloraya
Senin, 27 April 2020 - 23:31 WIB

Ganjar Marah, Ibu Kos yang Usir 3 Perawat RSUD Solo Ternyata Bidan

Imam Yuda Saputra  /  Adib Muttaqin Asfar  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Istimewa)

Solopos.com, SEMARANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo marah setelah mengetahui pemilik indekos atau ibu kos yang usir 3 perawat RSUD Bung Karno Solo, ternyata seorang bidan. Dia mengaku tak habis pikir bagaimana sesama tenaga medis bisa berbuat seperti itu.

Kasus ini memperpanjang kasus stigma negatif kepada tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19 di Jawa Tengah (Jateng). Sebanyak 3 perawat RSUD Bung Karno Solo diusir dari indekos karena dianggap berpotensi menularkan Covid-19 kepada warga.

Advertisement

18 Positif, Ini Sebaran Kasus Covid-19 Per Kelurahan di Solo 27 April

Ganjar yang mendapat laporan tersebut pun geram. Dia langsung menelpon dan menegur pemilik indekos. Anehnya, ibu kos yang usir perawat RSUD Solo itu ternyata juga berprofesi sebagai tenaga kesehatan, yakni seorang bidan.

Advertisement

Ganjar yang mendapat laporan tersebut pun geram. Dia langsung menelpon dan menegur pemilik indekos. Anehnya, ibu kos yang usir perawat RSUD Solo itu ternyata juga berprofesi sebagai tenaga kesehatan, yakni seorang bidan.

“Saya telepon pemiliknya, dia nangis-nangis minta dan minta maaf. Bahasanya dia tidak mengusir, hanya takut suaminya tertular. Saya heran kenapa bisa begitu, padahal si ibu pemilik indekos adalah bidan,” ujar Ganjar, Senin (27/4/2020).

3 Perawat RSUD Bung Karno Solo Diusir Dari Indekos di Grogol, Begini Kronologinya

Advertisement

Kurang Edukasi

Ganjar mengatakan saat ini tiga perawat yang diusir dari rumah indekos itu dalam kondisi aman. Mereka sementara tinggal di rumah sakit dengan fasilitas seadanya.

Tambah 1 Lagi, Warga Joyotakan Solo Usia 34 Tahun Positif Covid-19

"Edukasi memang harus kita tingkatkan untuk menghindari hal-hal semacam ini. Selain itu, kami juga sudah menyiapkan tempat khusus yang dapat digunakan para tenaga medis untuk tinggal apabila terjadi hal serupa. Namun sebenarnya, kalau edukasi kepada publik sudah baik, tentu tidak akan terjadi hal semacam ini," tegasnya.

Advertisement

Kasus ibu kos mengusir 3 perawat RSUD Bung Karno Solo ini membuat Ganjar memikirkan tempat tinggal untuk tenaga medis. Ganjar mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng sudah menyiapkan sejumlah tempat untuk tempat tinggal para dokter dan perawat. Sejumlah hotel telah disiapkan seperti Hotel Kesambi Hijau di Semarang, dan gedung bekas Bakorwil di Solo.

Pasien Ke-17 Positif Corona Solo Ibu Rumah Tangga Bisu Tuli, Kerjanya Buruh Cuci

Ganjar menyayangkan kejadian pengusiran tenaga medis dari tempat tinggal itu. Ia berharap, semua masyarakat mendukung para tenaga medis dengan tidak memberikan stigma negatif pada mereka termasuk keluarganya.

Advertisement

Mendadak

Sementara itu, salah satu perawat RSUD Bung Karno Solo yang diusir dari indekos, Siska, mengaku dihubungi pemilik indekos. Begitu pula dua temannya yang bekerja di RSUD Bung Karno Solo. Mereka diminta pindah dari indekos secepatnya.

Diusir Dari Indekos, 3 Perawat RSUD Bung Karno Solo Terpaksa Tinggal di RS

"Saya baru bangun tidur, tiba-tiba dapat WA. Intinya disuruh pergi karena posisi rumah sakit kita jadi rujukan Covid-19. Mungkin ibu kos khawatir," katanya.
Karena diusir, 3 perawat RSUD Bung Karno Solo ini kebingungan. Karena diminta pergi mendadak, mereka bingung mencari tempat tinggal di mana.

"Akhirnya kami dijemput pihak rumah sakit dan sekarang tinggal di rumah sakit ini. Jelas kami syok dan kecewa sekaligus sakit hati, kenapa kami diperlakukan semacam ini," jelasnya.

Jokowi Janji Covid-19 Indonesia Turun Pada Juni, Juli Normal Lagi

Siska berharap masyarakat tidak memberikan stigma negatif pada tenaga medis yang merawat pasien Covid-19. Sebab lanjut dia, selama bertugas mereka dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) dan menerapkan standar protokol kesehatan.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif