Soloraya
Minggu, 30 Juli 2023 - 18:10 WIB

Gayeng! 17 Tim Sepak Bola Ramaikan Pekan Olahraga Antardesa Jatisrono Wonogiri

Muhammad Diky Praditia  /  Suharsih  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Pemain berebut bola dalam turnamen sepak bola antardesa di Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Kamis (27/7/2023). (Istimewa/Trisnadi)

Solopos.com, WONOGIRI — Peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Indonesia sudah mulai terasa di Kecamatan Jatisrono, Wonogiri, salah satunya dengan digelarnya Pekan Olahraga Antardesa dan Kelurahan atau Pordes se-kecamatan tersebut.

Sebanyak 17 tim kini tengah berusaha menampilkan permainan dan skill terbaik mereka dalam menggocek bola untuk menjuarai turnamen sepak bola yang menjadi bagian dari pekan olahraga tingkat kecamatan itu.

Advertisement

Camat Jatisrono, Trisnadi Tulus, kepada Solopos.com, Minggu (30/7/2023), mengatakan warga kecamatan menggelar turnamen sepak bola tingkat kecamatan di Lapangan Desa Gunungsari mulai 22 Juli 2023-6 Agustus 2023.

Pekan Olahraga Antardesa di Jatisrono, Wonogiri, itu, dilaksanakan untuk memperingati sekaligus memeriahkan HUT ke-78 Kemerdekaan Indonesia. Di sisi lain, hal itu juga sebagai momentum untuk membangkitkan kembali semangat dan kecintaan warga pada olahraga setelah selama pandemi Covid-19 tidak ada kegiatan.

Advertisement

Pekan Olahraga Antardesa di Jatisrono, Wonogiri, itu, dilaksanakan untuk memperingati sekaligus memeriahkan HUT ke-78 Kemerdekaan Indonesia. Di sisi lain, hal itu juga sebagai momentum untuk membangkitkan kembali semangat dan kecintaan warga pada olahraga setelah selama pandemi Covid-19 tidak ada kegiatan.

“Turnamen sepak bola antardesa ini baru pertama kali digelar pascapandemi Covid-19. Makanya yang menonton ramai,” kata Trisnadi. Dia melanjutkan selain sepak bola, cabang olahraga (cabor) lain juga dipertandingkan dalam Pordes itu.

Ada bola voli, bulu tangkis, dan tenis meja. Masing-masing desa/kelurahan di Jatisrono yang berjumlah 17 desa/kelurahan wajib mendelegasikan tim pada setiap cabor yang dilombakan.

Advertisement
Suasana pertandingan pada turnamen sepak bola dalam rangkaian Pekan Olahraga Antardesa (Pordes) di Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Kamis (27/7/2023). (Istimewa/Trisnadi)

Setiap pertandingan yang digelar sore hari, tidak kurang 500 orang memenuhi sekeliling lapangan menonton pertandingan. Trisnadi menyebut selama pandemi Covid-19 hampir seluruh kegiatan olahraga yang menghimpun massa vakum di Jatisrono.

Akibatnya, cabor itu tidak berkembang. Oleh karena itu, momen HUT ke-78 Indonesia menjadi ajang membangkitkan kembali semangat berolahraga.

Ruang Silaturahmi

“Harapannya, bisa membangkitkan kembali semangat warga untuk berolahraga. Dengan olahraga, warga menjadi sehat dan bahagia,” ucap mantan Camat Girimarto itu.

Advertisement

Pekan Olahraga Antardesa itu juga diharapkan bisa membangun hubungan sosial yang kuat antarwarga Kecamatan Jatisrono, Wonogiri. Memberikan hiburan kepada warga dan menjadi ruang silaturahmi antarwarga desa sehingga tercipta hubungan harmonis.

“Masing-masing desa sudah sepakat, adanya Pordes ini untuk membangun kerukunan, menjadi tontonan yang menghibur, bukan jadi ajang permusuhan,” kata Trinadi.

Dia menambahkan dalam Pordes itu ada berbagai doorprize yang disediakan panitia dari berbagai sponsor pendukung olahraga tersebut. Doorprize itu berupa barang-barang rumah tangga seperti bantal guling, kaus olahraga, dan peralatan dapur.

Advertisement

Ada juga voucer makan. “Doorprize diundi menggunakan karcis parkir yang dibayar Rp2.000/kendaraan bermotor,” imbuh dia.

Kepala Desa Gunungsari, Sudiyono, mengatakan semakin hari turnamen sepak bola dalam rangkaian Pekan Olahraga Antardesa di Jatisrono, Wonogiri, itu semakin seru. Hal itu ditandai dengan semakin banyaknya penonton di setiap pertandingan. Masing-masing tim berusaha menampilkan aksi terbaiknya di lapangan, termasuk tim Desa Gunungsari.

“Meski sempat vakum, tidak ada pertandingan selama pandemi Covid-19. Kami segera bangkitkan lagi tim sepak bola desa untuk mengikuti turnamen ini. Kami lihat pemain-pemain kami bermain bagus. Ini masih babak penyisihan,” kata Sudiyono.

Yang tidak kalah penting, lanjut dia, adanya Pordes ini menghidupkan pelaku-pelaku usaha kecil di desa. Mereka menjadi bisa berjualan di sekitar lapangan, terutama penjaja kuliner. Berdasarkan pantauannya, penjaja makanan dan minuman itu selalu ramai pembeli.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif