Soloraya
Sabtu, 6 Juni 2020 - 13:30 WIB

Gelombang PHK, Keluh SP Karanganyar: Kala Senang Buruh Dipakai, Kala Susah Ditelantarkan

Nugroho Meidinata  /  Candra Mantovani  /  Rohmah Ermawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi buruh korban PHK. (Detik.com)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Di tengah pandemi Covid-19, gelombang pemutusan hubungan kerja atau PHK yang menimpa ratusan buruh di Karanganyar disesalkan Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSPN) Karanganyar.

Ketua DPD FKSPN Karanganyar, Hariyanto mengatakan pandemi Covid-19 ini berdampak besar terhadap buruh di wilayah Karanganyar. Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com,  tercatat ada 220 buruh di-PHK dan 4.449 dirumahkan akibat pandemi Covid-19 di Karanganyar.

Advertisement

Kecelakaan Maut Sragen: Ngontel ke Sawah, Kakek-Kakek Tewas Tertabrak

"Banyak dari rekan kami, angkanya ribuan yang sudah terdeteksi. Jadi mereka ada yang dirumahkan, di-PHK, ada juga yang tidak dirumahkan, tapi tidak bekerja karena perusahaan yang tidak bisa beroperasi akibat tidak ada order. Ini dampaknya luar biasa sekali bagi kehidupan kawan-kawan buruh,” ujar Hariyanto kepada Solopos.com, Rabu (3/6/2020).

Advertisement

"Banyak dari rekan kami, angkanya ribuan yang sudah terdeteksi. Jadi mereka ada yang dirumahkan, di-PHK, ada juga yang tidak dirumahkan, tapi tidak bekerja karena perusahaan yang tidak bisa beroperasi akibat tidak ada order. Ini dampaknya luar biasa sekali bagi kehidupan kawan-kawan buruh,” ujar Hariyanto kepada Solopos.com, Rabu (3/6/2020).

Hariyanto meminta para pengusaha agar lebih menghargai para buruh dan tak terlalu mudah melakukan PHK atau merumahkan pekerja. Pihaknya hingga saat ini masih terus memperjuangkan nasib para buruh melalui negosiasi dengan perusahaan.

Karantina Pindah ke Technopark, OTG Sragen Bisa Lepas Stres dengan Mancing Ikan

Advertisement

Uluran FKSPN Karanganyar

Dengan adanya gelombang buruh di-PHK ini, FKSPN Karanganyar tergerak untuk menggalang bantuan kepada buruh yang di-PHK maupun dirumahkan.

Mereka bekerja sama dengan pihak ketiga seperti BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan bantuan paket sembako. Meskipun begitu, dia mengaku sedikit bersedih lantaran tidak semua buruh terdampak bisa mendapatkan saluran bantuan sembako tersebut lantaran terbatasnya dana.

Jelang Liga 2 Bergulir, Dua Penggawa Persis Solo Ikuti Tarkam di Mojolaban Sukoharjo

Advertisement

"Ini memang bukan kewajiban kami. Tapi, kami menggalang dana dari sisi internal maupun pihak ketiga untuk membantu teman-teman. Karena terbatasnya dana, kami ambil data mengenai buruh yang paling membutuhkan dari setiap perusahaan. Penyaluran bantuan sesuai skala prioritas. Jadi tidak semua. Karena jumlah pekerja itu ratusan ribu. Kami tidak mungkin memberikan semuanya,” imbuh dia.

Bahkan, pihaknya telah membagikan 100 paket sembako kepada buruh yang di-PHK maupun dirumahkan di Karanganyar.

Selama Pandemi Covid-19, Angka Kriminalitas di Karanganyar Turun

Advertisement

"Kami dapatnya dana kan bertahap, jadi sekali dapat 20 paket sembako, kami salurkan langsung. Total 100 paket sembako itu kami salurkan lima kali. Sementara ini, kami lihat perkembangan. Kalau situasi ini belum ada perkembangan, kami akan menggalang bantuan lagi untuk teman-teman,” pungkasnya.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif