SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Karanganyar (Espos)–Desa Giriwondo, Kecamatan Jumapolo, Karanganyar dideklarasikan sebagai salah satu desa Open Defication Free (ODF) atau desa yang warganya sudah tidak buang air besar (BAB) sembarangan.

“Saat ini sudah dibangun sejumlah fasilitas kebersihan seperti toilet, bak air, sanitasi sekolah dan sejumlah jaringan pipa melalui program Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat-red),” ujar koordinator Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Argo Warih Giriwondo, Sukatno, saat deklarasi desa ODF di Balaidesa Giriwondo, Senin (31/1).

Promosi Lebaran Zaman Now, Saatnya Bagi-bagi THR Emas dari Pegadaian

Pembangunan sejumlah fasilitas itu menggunakan dana dari APBN senilai Rp 192.500.000 dan APBD senilai Rp 27.500.000. Ada pula dana secara mandiri dari masyarakat setempat senilai Rp 46.137.000. Total semuanya menelan dana senilai Rp 279.800.000.

Menurut Sukatno, saat ini ada 98 konsumen atau pelanggan yang memakai fasilitas itu. Meskipun antara fasilitas sumur dan jumlah pelanggan sudah memadai, namun tidak semua warga bisa mendapatkan air bersih. Kendalanya yakni kekurangan pipa air untuk mengalirkan ke sejumlah rumah warga.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR yang juga meresmikan Desa Giriwondo sebagai desa ODF mengatakan, ke depan, semua warga harus mendapatkan air bersih.  Untuk lebih mengembangkan lagi Pamsimas di Desa Giriwondo, Pemkab menjanjikan bantuan dana senilai Rp 15 juta.

fas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya