SOLOPOS.COM - Para calon jamaah haji mengikuti bimbingan manasik haji di Asrama Haji Boyolali, Rabu (13/8/2014). Jamaah haji di Boyolali akan diberangkatkan dalam dua kloter. (JIBI/Solopos/Ahmad Baihaqi)

Haji 2015 di Klaten rawan penyusupan. Karenanya, Kemenag membentuk tim verifikasi.

Solopos.com, KLATEN – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Klaten membentuk tim verifikasi menjelang penyelenggaraan haji 2015. Tak hanya melibatkan petugas dari Kemenag, verifikasi juga menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).

Promosi Pegadaian Buka Lowongan Pekerjaan Khusus IT, Cek Kualifikasinya

Pembentukan tim verifikasi dimaksudkan untuk validasi calon haji (calhaj) 2015. Tim bakal bergerak hingga ke alamat para calhaj guna memastikan dokumen administrasi calhaj sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Kepala Kantor Kemenag Klaten, Mustari, menjelaskan pembentukan tim verifikasi dilakukan menanggapi keluhan masyarakat terkait adanya indikasi calhaj asal daerah lain yang berangkat bersama rombongan calhaj Klaten 2015. Penyusupan calhaj dari daerah lain bisa terjadi dengan memanipulasi data kependudukan atau menggunakan KTP fiktif.

“Kalau Kemenag hanya normative, menerima pendaftaran, memenuhi persyaratan atau tidak. Makanya, kami menggandeng Dispendukcapil untuk memastikan kaitannya dengan KTP,” jelas dia saat ditemui wartawan di Pendapa Pemkab Klaten, Sabtu (7/2/2015).

Mustari menerangkan semakin panjangnya daftar tunggu pemberangkatan calhaj membuat sejumlah pihak berupaya mencari jalan pintas dengan menyusup rombongan calhaj daerah lain untuk bisa berangkat haji lebih awal. Kondisi itu merugikan calhaj daerah setempat.

“Semakin panjangnya daftar tunggu penyelenggaraaan haji, semakin banyak jemaah yang ingin segera berangkat. Saat ini daftar tunggu sudah mencapai 2030. Dengan rentang waktu panjang tersebut, ada pihak yang merasa ingin segera berangkat dan akhirnya terjadi manipulasi pemberangkatan. Ini termasuk menzalimi orang-orang yang semestinya berangkat awal karena disusupi calhaj dari daerah lain,” ungkapnya.

Mustari menambahkan penyusupan itu terjadi oleh calhaj dari provinsi lain. Hal itu lantaran ada perbedaan daftar tunggu pemberangkatan calhaj. Soal hasil verifikasi, saat ini tim masih melakukan validasi. “Ini masih dalam proses, belum pada kesimpulan akhir,” ungkapnya terkait haji 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya